Edisi 27-05-2019
Indeks Saham, Apa Manfaatnya?


Ada beragam produk investasi di zaman modern. Salah satunya adalah investasi saham yang tercatat di Bursa Efek. Di Indonesia, bursa efek yang memperdagangkan saham-saham milik publik adalah Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ada lebih dari 600 saham perusahaan tercatat di BEI. Investor bisa membeli dan menjual sahamsaham yang tercatat tersebut melalui perantara perusahaan efek yang menjadi anggota BEI. Salah satu indikator utama perdagangan saham di BEI ada - lah indeks harga saham. In ves - tor dapat mengambil ke pu tus - an dalam berinvestasi ber da sar - kan indeks saham. Ada beragam indeks saham di BEI, dan yang men cerminkan pergerakan har ga seluruh saham yang ada di BEI adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ada tiga manfaat IHSG. Pertama, sebagai pe nan da arah pa - sar secara umum.

IHSG me ru - pa kan indikator kinerja bursa yang paling utama. Untuk me - ngetahui kondisi BEI saat ini, cu kup dengan melihat per ge - rak an IHSG BEI. Jika angka IHSG meningkat, berarti ma yo - ri tas harga saham di BEI sedang me ningkat. Sebaliknya, jika IHSG angkanya menurun, ber - arti mayoritas harga saham se - dang turun. Kedua, pengukur tingkat ke - untungan. Berinvestasi saham sifatnya jangka panjang, mi sal - nya lima tahun. Nah, investor bisa mengukur berapa rata-rata ke naikan harga saham per ta - hun, dengan melihat indikator IHSG dalam lima tahun.

Con toh, posisi IHSG pada akhir ta - hun 2013 adalah 4.274,18, dan posisi pada akhir tahun 2018 ada lah 6.194.50. Berarti dalam lima tahun terjadi kenaikan IHSG sebesar 44,93%, atau tum buh 7,7% per tahun. In vestor memperoleh tingkat ke un - tungan (capital gain) pada saat menjual sahamnya dengan har ga lebih tinggi dari harga beli. Apabila investor belum atau tidak menjual sa hamnya, ma ka kenaikan harga sa ham masih sebatas potensi keuntungan (unrealized gain). Begitu pula sebaliknya pa da saat harga jual lebih rendah dari harga beli.

Ketiga, sebagai tolok ukur kinerja portofolio. Jika seorang investor memiliki beberapa sa - ham, dan ternyata kenaikan har ga-harga sahamnya dalam lima tahun di bawah kenaikan IHSG, berarti investor tersebut ha rus mengganti strategi in ves - tasi dengan mengubah kom po - si si saham-saham dalam por to - fo lio miliknya, agar potensi ke - untungannya bisa sama dengan ke naikan IHSG atau bahkan bisa lebih tinggi dari IHSG. Meskipun IHSG mengukur se luruh harga saham, per ge rak - an IHSG tidak menunjukkan kinerja masing-masing saham. Bahkan, bisa jadi berlawanan dengan kinerja atau indeks har ga salah satu saham.

Hal ini di ka renakan saham yang ter da pat pada indeks me - miliki bo bot yang berbedabe da pada perhitungan IHSG. Sebagai in formasi, per - hi tungan IHSG menggunakan bobot nilai kapitalisasi pasar. Se hingga, suatu saham yang me miliki bobot besar akan me - miliki pengaruh yang besar pula pada pergerakan IHSG. Bagaimana cara meng hi - tung IHSG? Sederhananya, se - tiap saham dihitung terlebih da - hulu kapitalisasi pasarnya. Ke - mu dian dijumlahkan seluruh ka pitalisasi pasar untuk semua saham, lalu dibagi dengan nilai dasar, kemudian dikalikan de - ngan 100. Kapitalisasi saham ada lah penjumlahan harga sa - ham dikali dengan jumlah sa - ham yang tercatat di BEI.

Kapita lisasi pasar yang dijumlahkan ini bisa saja berbeda dengan nilai kapitalisasi pasar seluruh saham di BEI, apabila ada sa - ham-saham yang tidak dip er hi - tungkan dalam penghitungan indeks. BEI memiliki kriteria sendiri atas saham-saham yang bisa dimasukkan dalam peng - hitungan IHSG. Untuk saat ini, saham-saham yang tercatat di BEI masuk ke dalam per hi tung - an IHSG. IHSG pertama kali di per ke - nal kan pada tanggal 1 April 1983 dengan hari dasar per hi - tung an IHSG adalah tanggal 10 Agustus 1982 dengan nilai 100. Selain IHSG, ada indeks-indeks saham lain di BEI, di antaranya indeks LQ45 yang hanya meng - hitung indeks untuk 45 saham unggulan yang aktif di tran - saksikan di BEI.

Jakarta Islamic Index (JII) memuat 30 saham pilihan yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI. Indeks sektoral sesuai namanya memuat saham yang memiliki kesamaan bidang bisnis. Se - dang kan Indeks Individual me - ng ukur pergerakan harga tiap satu saham.

*Kerja Sama Redaksi KORAN SINDO dan Bursa Efek Indonesia