Edisi 27-05-2019
Kementan Minta Ekskavator Digunakan Berkelompok


JAKARTA – Ke menterian Pertanian (Kementan) meminta bantuan ekskavator yang diberikan untuk mengoptimasi lahan rawa harus digunakan secara berkelompok seperti brigade.

Karena hanya de ngan cara ini peng gu naan eks kavator dapat lebih maksimal dan biayanya lebih hemat. “Saya menginginkan ada lima sampai enam ekskavator yang mengerjakan satu lokasi sekaligus. Dengan bergerak da - lam tim, pengawasannya akan mudah dan murah. Se men tara jika bekerja sendiri-sen diri, biayanya akan mahal karena butuh pengawas yang banyak,” kata Menteri Per ta nian (Men - tan) Amran Su lai man, saat meninjau per kem ba ngan pro - gram Selamatkan Rawa Se jah - te rakan Petani (Se rasi) di Ka - bupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (25/5).

Dalam keterangan te r tu lis - nya, Mentan minta pelaksana di lapangan mengikuti pro se dur. Dia minta satu lokasi di kerjakan lima ekskavator se kaligus se - hing ga bergeraknya cepat. “Be da kalau satu lokasi hanya satu mesin. Beda spi rit nya. Dalam satu brigade lebih cepat,” ujar Amran. Kepala Dinas Pertanian Ta na - m an Pangan dan Hor ti kul tu ra Kabupaten Batola Zulkifli Ya di Noor mengatakan di Desa Ko - kida, Kecamatan Barambai, yang menjadi lokasi tinjauan Men tan, pola brigade ini sudah dilakukan. “Pola brigade me mang sejak awal menjadi ins truksi Amran agar pengerjaan lahan sawah rawa lebih op timal,” kata Zulkifli. Dengan optimasi lahan sa - wah rawa tersebut, Mentan op - timistis Kalimantan Selatan akan menjadi salah satu tum - puan untuk pemenuhan ke bu - tuhan pangan nasional.

Untuk merealisasikan Kalsel menjadi tumpuan pemenuhan ke bu - tuhan pangan, pemerintah me - nurunkan puluhan eks ka vator yang nilainya men ca pai Rp3 miliar per unit. Ekskavator digunakan un - tuk menyiapkan irigasi se hing - ga penggunaan bibit varietas Inpari 2 yang cocok untuk la han rawa bisa optimal me ning kat - kan produktivitas panen padi. “Dulu produksi hanya 2-3 ton per hektare per tahun. Ba gai - mana bisa sejahtera? Se ka rang, kita punya varietas baru na - manya Inpara 2, bisa mak si mal 6 ton per ha,” kata Amran.

Direktur Jenderal Pra sarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ke - men tan Sarwo Edhy men je la - skan, di Kalsel potensi lahan rawa ada sekitar 257.300 ha. Dari jumlah tersebut yang sudah ada CP/CL (Calon Pe ta ni/ Calon Lahan) seluas 160.481 ha. Sudah disurvei seluas 43.188 ha dan sudah didesain seluas 38.121 ha. Sementara yang dalam proses pekerjaan fisik konstruksi seluas 2.143ha. Potensi ini kemudian di - op ti malkan dengan men trans - for masi pertanian tra di sional menjadi mekanisasi.

Sudarsono