Edisi 27-05-2019
Indonesia Masih Banyak Kelemahan


Nanning– Indonesia harus kembali bersabar untuk bisa membawa pulang Piala Sudirman ke Tanah Air. Pasalnya, pasukan Merah Putihmasih memiliki banyak kelemahan seusai kandas 1-3 dari Jepang di semifinal Piala Sudirman 2019.

Manajer Tim Indonesia Susy Susanti sudah menganalisis dari permainan anak asuhnya menghadapi Jepang di Guang - xi Sports Center, Sabtu (25/5) malam. Dia mengungkap kan - penam pilan para pemain tung - gal sangat inkonsisten seperti tunggal putra Anthony Sini - suka Ginting dan tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung. Susy menjelaskan bahwa Ginting—sapaan Anthony— sebenarnya menunjukkan permainan dengan cukup baik saat melawan Kento Momota. Sayan, pebulu tangkis berusia 22 tahun itu masih banyak membuat kesalahan sendiri, terutama di poin kritis. Kondisi itu juga sama seperti yang dilakukan Jonatan Christie saat diturunkan melawan Denmark.

“Konsistensinya yang harus ditingkatkan lagi. Secara peringkat mereka sudah ada di sana, cuma konsistennya waktu bermain itu. Bisa bermain bagus, tahu-tahu nggak bisa stabil, baik Anthony maupun Jonatan. Kami berharap mereka lebih matang, konsisten, seperti Momota yang bisa menjaganya. Seorang pemain bisa dilihat matangnya dari situ,” ujar Susy. Susy juga agak menyayangkan penampilan Gregoria yang tidak maksimal. Mantan pebulu tangkis Indonesia itu menilai Gregoria punya modal teknik permainan yang baik. Namun, dia terlihat masih jauh bisa mengimbangi Akane Yamaguchi. Terbukti, dia menyerah dua gamelangsung 13-21, 13-21 di laga tersebut. “Gregoria butuh kerja keras dan penanganan lebih.

Pukulannya bagus, tapi nggak bisa tahan lama sampai akhir. Tunggal putri memang ketinggalan banyak dibandingkan sektor lain. Di ganda putri, Greysia/Apriyani harus tingkatkan lagi powerdan ketahanannya. Ganda putri Jepang itu kuat dan tahan sehingga kami juga harus bisa mengimbangi mereka,” papar Susy. Pada ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi satusatunya wakil yang mendulang angka setelah mengalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan skor 21-14, 21-18. Namun, usahanya itu tak cukup membantu Indonesia untuk melaju ke final untuk pertama kali sejak 2007.

Meski begitu, Susy sedikit cukup puas dengan penampilan secara keseluruhan pada pemainnya. Pasalnya, pencapaian semifinal sudah lebih baik dibandingkan dua tahun lalu yang gagal melaju ke perempat final. “Sekarang lolos ke semifinal, walaupun sebenarnya kami ingin prestasi tertinggi, yaitu juara. Tapi, tahun ini Jepang memang lebih baik. Kekuatan mereka lebih merata dan layak masuk final,” ungkapnya.

Raikhul amar