Edisi 27-05-2019
Klopp, sang Pembakar Semangat


LIVERPOOL–Setiap pelatih memiliki pembawaan dan karakter tersendiri, seperti halnya Juergen Klopp. Karisma dan semangat yang meledak-ledak serta energi luar biasa membuat pelatih Liverpool itu begitu dicintai fans .

Keberhasilan Liverpool bersaing ketat dengan Manchester City dalam perburuan Liga Primer hingga pekan terakhir ditambah melaju ke final Liga Champions untuk kedua kali secara beruntun jelas tidak dipisahkan dari peran Klopp. Sibuk meracik strategi yang tepat di setiap pertandingan, nakhoda asal Jerman itu sangat aktif memberi instruksi serta mengobarkan semangat kepada para pemain di pinggir lapangan. Dia tidak henti-henti berteriak. Uniknya, Klopp mengungkapkan apa yang terlihat saat ini sudah jauh berbeda dari sebelumnya. Walau mungkin ada sejumlah pihak yang menafsirkan berbeda, mantan pelatih Borussia Dortmund itu merasa dirinya semakin matang dalam bersikap.

“Ada dua alasan mengapa saya begitu energik di samping lapangan. Salah satunya karakter saya, jelas. Tapi, sejujurnya, saya sudah jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya,” ungkap Klopp, dilansir thisisanfield . Klopp menegaskan selalu siap melaku - kan apa saja di pinggir lapangan untuk mem bangkitkan moral bertanding para pemainnya. Metode tersebut terbukti am - puh terutama saat leg kedua semifinal Liga Champions kontra Barcelona, Rabu (8/5). Tidak difavoritkan lantaran kalah 0-3 pada leg pertama di Camp Nou, The Reds justru menggila dan tampil impresif.

Liverpool secara dramatis menggasak Barcelona 4-0 di Anfield dan lolos ke final dengan agregat 4-3. “Saya ibaratnya seperti tangki cadangan untuk para pemain. Jika melihat semangat mereka sedikit turun, saya masih di sana dan menendang bokong mereka atau apa pun. Apa pun yang mereka butuhkan. Lebih baik marah kepada saya daripada berpikir menyerah. Pelatih maupun pemain harus memberikan respons satu sama lain,” tandas Klopp. Namun, sebagai manusia, Klopp juga mengakui memiliki kekurangan, terutama dalam mengontrol emosi dan ekspresi. Alhasil, tidak sedikit pula banyak kritik yang dialamatkan kepada pelatih berusia 51 tahun tersebut.

Di masa lalu, Klopp sering mendapat kesulitan karena bermasalah dengan wasit dan ofisial keempat. Terbukti, Desember lalu, dia didenda 8.000 poundsterling oleh FA karena berlari ke lapangan setelah gol kemenangan Liverpool yang dicetak Divock Origi saat derby Merseyside kontra Everton.

Alimansyah









Berita Lainnya...