Edisi 27-05-2019
Kemenkes Siapkan Fasilitas Kesehatan saat Mudik


MUDIK merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang dilakukan setiap tahun pada perayaan Idul Fitri.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr Bambang Wibowo SpOG (K) MARS mengatakan, pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan arus mudik dapat berjalan dengan baik dan mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan. Demikian pula sektor kesehatan memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan mudik yang sehat, aman, dan selamat. Terkait hal itu, Kemenkes menyiapkan 6.047 fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) yang terdiri dari 923 pos kesehatan, 4.210 puskesmas, 375 RS sekitar jalur Pantura, 144 RS rujukan, 207 kantor kesehatan pelabuhan (KKP), dan 188 public safety center (PSC) 119.

‘’Salah satu fokus utama dukungan kesehatan yang diberikan Kemenkes pada mudik tahun ini adalah pemeriksaan kesehatan pengemudi, khususnya pengemudi angkutan umum. Pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi penting untuk mengurangi faktor risiko kecelakaan di jalan raya pada saat mudik Lebaran,’’ katanya pada temu media “Kesiapan Sektor Kesehatan dalam Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2019” di Gedung Kemenkes, Jakarta, Kamis (23/5). Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan akan dilakukan terhadap pengemudi yang memiliki jarak tempuh cukup lama, setidaknya lebih dari 4 jam atau mempunyai rute yang padat dan sering, seperti pengemudi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP).

Pemeriksaan kesehatan diberlakukan juga bagi pengemudi pengganti dalam satu armada tersebut. ‘’Kegiatan deteksi dini faktor risiko cedera akibat kecelakaan lalu lintas darat yang dilakukan berupa pemeriksaan tekanan darah, alkohol dalam darah melalui pernapasan, kadar amphetamine di urine dan kadar gula darah,’’ kata dr Bambang. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi kesehatan, khususnya untuk manajemen PO bus dan pengemudinya untuk selalu menanamkan perilaku keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Iman firmansyah