Edisi 27-05-2019
Tetap Bugar Selama Berkendara


MEMBAWA kendaraan sendiri untuk pulang ke kampung halaman memang lebih murah. Hanya , faktor kesehatan dan keselamatan selama berkendara perlu diperhatikan . Bagaimana kiatnya?

Membawa kendaraan pribadi menjadi primadona untuk pulang ke kampung halaman demi merayakan Hari Raya Idul Fitri. Namun perlu diingat, stamina dan kondisi tubuh yang bugar menjadi aspek yang harus diperhatikan pengemudi agar keselamatan berkendara tetap terjaga. Tidak dimungkiri, aspek kesehatan berperan vital dalam menjaga keselamatan dan keamanan saat berkendara dan terhindar dari kecelakaan. Data Korlantas Polri menyebutkan bahwa rata-rata 1.000 kecelakaan terjadi setiap harinya. Tantangan berkendara ketika mudik bukan hanya terkait jarak yang jauh, melainkan juga kondisi tubuh yang sedang berpuasa sehingga perjalanan akan terasa lebih berat.

Ketika seseorang berpuasa selama belasan jam, kadar gula darah dalam tubuh akan menurun dan berpotensi mengalami dehidrasi. “Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang merasa lelah dan menjadi tidak sabar,” beber dr Daniel Bramantyo dari Rumah Sakit Pertamina Jaya, dalam diskusi bertema “Rahasia Tetap Fokus Berkendara di Bulan Puasa” yang diadakan Chevrolet Indonesia beberapa waktu lalu. Kondisi tubuh menjadi lebih lemas saat berpuasa dan tentu akan memengaruhi kekuatan dan ketahanan saat mengemudi. “Puasa dapat memengaruhi fungsi kognitif dan memiliki efek langsung, seperti berkurangnya konsentrasi, menguap, dan mengantuk, yang membuat pengendara tidak menyadari keberadaan rambu lalu lintas,” urai dr Daniel.

Menyadari hal ini, pihak Chevrolet Indonesia senantiasa mengajak pengemudi untuk selalu menjaga kesehatan serta memperhatikan asupan makanan yang sehat dan seimbang selama Ramadan. “Hal ini agar pengemudi tetap konsentrasi dan fokus saat berkendara. Maka itu, kami menghadirkan pakar kesehatan, dr Daniel Bramantyo, untuk berbagi serangkaian tips dalam menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar dalam berkendara,” kata Yuniadi Haksono Hartono, External Affairs and Communications Director GM Indonesia. Dr Daniel membenarkan, asupan nutrisi memegang peranan penting dalam menjaga stamina untuk berkendara.

Sebaiknya pilih karbohidrat kompleks yang ada di nasi merah, ubi, jagung, roti gandum, dan makanan lainnya untuk berbuka. “Asupan protein dan lemak juga tidak boleh ditinggalkan. Jika kita tidak mengonsumsinya, dikhawatirkan badan akan terasa lemah pada siang hari,” kata dr Daniel. Karbohidrat kompleks dibutuhkan karena jenis karbohidrat ini memerlukan lebih banyak waktu untuk dicerna oleh tubuh. Karena itu, karbohidrat kompleks dipandang lebih menyehatkan, terutama bagi orang yang menjalani diet atau penderita diabetes. Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks umumnya memberikan lebih banyak serat, mineral, dan vitamin yang sangat penting bagi tubuh.

Di samping itu, karbohidrat kompleks memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga akan memberikan energi maksimal dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Selama mudik, tubuh akan berada dalam kendaraan pada waktu cukup lama dan besar kemungkinan menghadapi kemacetan. Maka itu, sering kali terasa pegal dan lelah di sekujur tubuh. Untuk mengatasi rasa lelah maupun pegal, dr Mohamad Adib Khumaidi SpOT menyarankan untuk merelaksasi tubuh sesampainya di tempat tujuan. Ini penting dilakukan siapa saja, termasuk orang dewasa dan anak-anak.

“Pijat penting dilakukan karena otot kita kelelahan dan butuh santai,” kata dr Adib pada kesempatan yang berbeda. Meskipun hanya duduk saja, selama perjalanan energi dalam tubuh otomatis terkuras. Bila tidak segera beristirahat, daya tahan tubuh akan lemah. “Tetapi, menghilangkan lelah akibat perjalanan jauh tidak cukup dengan pijat saja. Setiba di tempat tujuan mudik langsung mandi air hangat, makan, dan tidur cukup agar tidak jatuh sakit,” tandasnya.

Sri noviarni