Edisi 12-06-2019
Amazon Merek Paling Bernilai 2019


NEW YORK – Kekuatan merek Amazon.com Inc kian melejit. Perusahaan ritel asal Amerika Serikat (AS) itu menggeser dua perusahaan teknologi yakni Apple Inc dan Google LLC, dari posisi puncak merek paling bernilai di dunia.

Berdasarkan hasil survey Kantar dalam BrandZ Top 100 Most Valuable Global Brand 2019, nilai Amazon pada 2019 mencapai USD315,5 miliar (Rp4.490 triliun, kurs 14.233 per dolar AS), naik sekitar 52% dibanding kan tahun lalu.

Apple tetap berada di urutan kedua dengan nilai USD309,5 miliar (Rp4.405 triliun), sedang kan Google turun dua peringkat dari posisi 1 tahun lalu. Brand value Google saat ini ditaksir USD309 miliar (Rp4.398 triliun).

Perubah an ini besar meng ingat Apple dan Google memuncaki rangking se lama 12 tahun terakhir. Kepala global BrandZ, Doreen Wang, mengatakan bahwa keung gul an Amazon terletak pada kesuk sesannya menjual beragam produk dan layanan.

“Nilai merek Amazon tumbuh hampir USD108 miliar tahun lalu. Hal ini menunjukkan mereknya tidak lagi terpaut pada wilayah atau kategori tertentu,” kata Wang, d ikutip CNBC.

Wang menambahkan, dengan kemajuan teknologi dan akses yang lebih luas, batas negara menjadi kabur sehingga perusahaan sekelas Amazon, Google, dan Alibaba mampu menjual beragam produk dan layanan hampir ke seluruh dunia.

Amazon saat ini merupakan perusahaan e-commerce dan artificial intteligent (AI) assistant terbesar di dunia. Amazon telah gencar menanam kan investasi ke berbagai bidang setelah bisnis utamanya mengalami perlambatan, di antaranya keperusahaan startup mobil self-driving Aurora, perusahaan truk listrik Rivian, dan perusahaan pesawat Amazon Air.

Amazon juga mengakuisisi dua firma, PillPack dan Deliveroo. Tiga perusahaan yang masuk rangking 10 besar tahun ini merupakan perusahaan tradisional, seperti Visa (No 5), McDonald’s (No 9), dan AT&T (No 10).

Sisanya didomi nasi perusahaan tek no logi. Microsoft yang pada 2006 memuncaki rangking, kini berada di urutan keempat, sama se perti tahun lalu. Pada 2019, Alibaba dengan nilai USD131,2 miliar, juga berhasil menyalip Tencent yang memiliki nilai USD130,9 miliar sebagai merek paling bernilai di dunia asal China.

Ada sekitar 15 merek asal China yang masuk rangking 100 BrandZ, termasuk perusahaan elektronik Xiaomi (USD19,8 miliar) dan Meituan (USD18,8 miliar). Firma teknologi, keuangan, dan ritel mendominasi daftar. Angkanya mencapai lebih dari dua pertiga.

BrandZ hanya memasukkan merek yang diperdagangkan secara umum dan perusahaannya memublikasi kan keuangan mereka secara terbuka. Mereka kemudian melakukan wawancara serta melakukan analisis bisnis dan kinerja keuangan setiap per usahaan.

Dalam survei serupa yang dirilis Brand Finance pada Mei lalu, Amazon juga berada di puncak rangking. Brand Finance menyatakannilaimerek Amazon naik sekitar 42% pada tahun lalu atau menjadi USD150,8 miliar.

CEO Brand Finance David Haigh mengatakan, berdasarkan performa saat ini, merek Amazon kemungkinan besar akan terus tumbuh pesat. “Amazon merupakan brand paling besar dan paling berpengaruh di dunia dengan pertumbuhan yang tak ter henti kan,” ujar Haigh di situs brandfinance.com.

“Kekuatan dan nilai merek Ama zon mendorong para pemegang saham untuk memperluas sektor bisnis ke berbagai wilayah tanpa lelah. Amazon merupakan merek kuat,” tambahnya. Sebaliknya dari Amazon, Apple yang mengalami penurunan sebesar 27% dinilai memiliki masa depan yang suram.

Menurut Haigh, Apple gagal mendiversifikasi bisnis dan terlalu bergantung pada penjualan iPhones yang menyumbangkan dua pertiga dari pendapatan. Kebergantungan itu menyebabkan Apple terpuruk.

Penjualan iPhone X pada kuartal keempat (Q4) 2017 juga tidak mencapai target dan direncanakan akan dihentikan tahun ini. Dengan adanya merek merek baru yang lebih terjangkau seperti Huawei, Apple dikenal sebagai merek produk mewah sehingga po tensi nilai pertumbuhan merek Apple menjadi lebih terbatas.

Google yang hanya mengalami pertumbuhan sebesar 10% atau menjadi USD120,9 miliar juga tidakmampume nyaingiAmazon. “Iklan daring Google menghasilkan lebih banyak lalu lintas disbanding perkiraan. Performanya kuat.

Namun untuk dapat bersaing, Google perlu mem perluas sek tor bisnis,” kataHaigh. Di tengah era digital, mayoritas merek teratas di rangking Brand Finance juga didominasi perusahaan teknologi.

Di posisi keempat ada Samsung dengan USD92,3 miliar, diikuti Face book dengan USD89,7 miliar. Keduanya mengalami per tum buhan nilai masing-masing se besar 39% dan 45% pada tahun lalu.

Orang Terkaya

Dengan kesuksesan ini, pendiri Amazon, Jeff Bezos, menjadi orang terkaya di dunia dengan total kekayaan sekitar USD132 miliar pada Februari tahun ini. Sumber lain kekayaan Bezos berasal dari situs ritel Zappos dan Audible yang menjadi platform para vendor pihak ketiga yang menyediakan layanan komputasi Cloud.

Tentu, Amazon tetap menjadi sumber kekayaan terbesarnya. “Amazon membukukan pen dapatan USD233 miliar pada 2018,“ ungkap laporan Bloomberg. Bezosmemiliki16% saham di Amazon yang merupakan perusahaan ritel daring terbesar di dunia. Dia juga memiliki perusahaan eksplorasi antarik sa Blue Origin.

muh shamil