Edisi 12-06-2019
Proyek LRT Fase II Harus Dilanjutkan


JAKARTA– Light Rail Transit (LRT) Velodrom-Kelapa Gading mulai diuji coba pada pukul 05.30-23.00 WIB kemarin.

Agar moda transportasi massal berbasis rel ringan ini diminati masyarakat, pembangunan LRT fase II harus dilanjutkan. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengatakan, uji coba publik LRT memang harus dilakukan meskipun belum juga ada kepastian operasional dan kelanjutan pembangunan hingga Du kuh Atas.

Dia menilai LRT yang berjarak 5,6 kilometer itu tidak akan diminati apabila tidak dilanjutkan ke Dukuh Atas. Masyarakat, kata dia, akan malas naik-turun tangga untuk menggunakan LRT yang hanya berjarak 5,6 kilometer itu.

Apalagi jika dipungut tarif yang telah disepakati sekitar Rp5.000 untuk jarak dekat. “Barang yang ada harus dimanfaatkan supaya tidak rusak. Nah, sembari tunggu operasional dan kelanjutan pembangunan, LRT sebaiknya terus digratiskan,” kata Ida Mahmudah kemarin.

Ida menjelaskan, pada pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2018, PT Jakarta Propertindo sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) yang dipercaya membangun LRT mengharapkan ada penambahan untuk fase II dari Velodrom menuju Dukuh Atas.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak merekomendasikannya dan mengalihkannya ke lapangan BMW atau International Stadium, Jakarta Utara. Politikus PDI Perjuangan itu menilai, Komisi B lebih mendorong LRT fase II hingga Dukuh Atas agar cepat terintegrasi.

Terlebih pembangunan BMW belum dimulai dan membutuhkan waktu tiga tahun pembangunannya. “Melihat BMW ini sekarang tanahnya bermasalah, kemarin kita memang mendorongnya tetap dari Rawamangun ke Dukuh Atas lebih dulu biar cepat terintegrasi,” pungkasnya.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) bidang Perkeretaapian DKI Jakarta Aditya Dwilaksana meminta Pemprov DKI lebih baik memastikan LRT fase I sebagai pelengkap moda transportasi angkutan umum dengan fokus untuk melanjutkan pembangunan fase II.

Apabila DKI tetap fokus mengoperasikan LRT Fase I yang hanya berjarak 5,6 kilometer, itu hanya akan merugikan. Mantan anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) itu menilai sejak awal LRT Velodrom-Kelapa Gading terlalu dipaksakan untuk Asian Games.

Direktur Proyek LRT PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin mengatakan tengah menyelesaikan studi kajian dan kelayakannya. Dia berharap akhir tahun ini sudah dapat diselesaikan.

Untuk kajian studi dari Rawamangun akan diteruskan ke Manggarai dan dari Depo Kelapa Gading diteruskan ke Jakarta International Stadium di kawasan Sarana Rekreasi Olahraga, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Uji Coba LRT Sepi Peminat

Uji coba LRT untuk publik kurang diminati masyarakat. Stasiun Boulevard Utara di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara yang menjadi tempat pelaksanaan tak begitu ramai.

“Bisa dibilang masih kurang ramai dibandingkan MRT (Mass Rapid Transit ),” kata Darsono, 42, salah satu masyarakat yang mengikuti uji coba di kawasan Stasiun Boulevard Utara, Kelapa Gading. Corporate Communication Manager PT LRT Jakarta Melisa Suciati membantah bila uji coba LRT dikatakan sepi.

Dia mengatakan untuk kuota sebanyak 5.000 orang sudah habis dan terverifikasi. Semuanya pun sudah penuh sejak beberapa waktu lalu. Melisa melanjutkan uji coba dilakukan sejak kemarin hingga waktu tak ditentukan.

Dengan uji coba ini, pihaknya dapat mengevaluasi masalah LRT sebelum nanti resmi dioperasikan. Saat ini dalam uji coba pihaknya menargetkan 5.000 orang per harinya selama lima hari awal waktu uji coba. “Kalau memang tinggi, kita akan sesuaikan pastinya,” ucapnya.

bima setiyadi/ yan yusuf