Edisi 12-06-2019
571 Spesies Tanaman Punah dalam 250 Tahun


LONDON - Sebanyak 571 spesies tanaman punah dari alam liar dalam 250 tahun terakhir.

Jumlah tersebut berdasarkan data kepunahan sebenarnya dan bukan perkiraan. Menurut hasil studi komprehensif itu, jumlah kepunahan itu dua kali lipat di bandingkan total semua burung, mamalia, dan amfibi yang punah.

Para pakar menyatakan kepunahan tanaman itu terjadi 500 kali lebih cepat dibandingkan jika terjadi secara alami. Riset yang dirilis di jurnal Nature, Ecology, & Evolution itu me nyatakan kepunahan binatang terjadi 1.000 kali lebih cepat dibandingkan tingkat normal kepunahan.

Meski demikian, laporan itu menyatakan para peneliti yakin tingkat kepu nahan tanaman itu telah di - abaikan. Para peneliti dari The Royal Botanic Gardens, Kew, and Stockholm University menyatakan ini pertama kali para pakar menggabungkan studi glo bal tentang tanaman yang telah punah.

“Sebagian besar orang dapat menyebut nama mamalia atau burung yang telah punah dalam beberapa abad terakhir, tapi sedikit yang bisa menyebut tanaman yang punah,” tutur salah satu penulis laporan itu, Aleys Humphreys, dilansir CNN .

Sejumlah tanaman di bebera pa pulau, di iklim tropis, dan Mediterania memiliki tingkat tertinggi kepunahan tanaman, termasuk di wilayah yang menampung berbagai spesies unik yang rentan pada aktivitas manusia.

Studi menyatakan peningkatan kepunahan tanaman itu bisa karena hilangnya habitat spesies itu di wilayah geografis yang kecil. Beberapa contoh tanaman yang telah punah dalam dua abad terakhir adalah kayu cendara Cile dan trinitas berpita yang tak berdaun.

Tanaman trinitas berpita itu hanya memunculkan bunga yang dapat dilihat di atas tanah. Para peneliti memperingatkan, masalah kepunahan tanam an ini memiliki dampak lanjutan yang lebih besar, termasuk pada manusia.

“Tanaman-tanaman menopang semua ke hidupan di bumi, mereka menye diakan oksigen yang kita hirup dan makanan yang kita makan, serta menjadi tulang punggung dalam ekosistem dunia.

Jadi kepunahan tanaman menjadi kabar buruk bagi semua spesies,” tutur salah satu penulis studi Eimear Nic Lughadha. Dia menambahkan, “Jutaan spesies lainnya tergantung pada tanaman untuk bertahan hidup, termasuk manusia.”

Meski demikian, ada satu kabar positif dari laporan itu bahwa 430 spesies yang pernah dianggap punah telah ditemukan kembali. Namun, para peneliti menegaskan bahwa 90% spesies tanaman yang dapat di temu kan lagi itu memiliki risiko ting gi kepunahan.

Riset ini merupakan studi terbaru yang memperingatkan dampak manusia pada alam. Pada Mei laporan yang dirilis komite Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan 1 juta dari 8 juta spesies di bumi terancam punah.

“Tingkat global kepunahan spesies telah puluhan hingga ratusan kali lebih tinggi di bandingkan sebelumnya, dalam rata-rata, selama 10 juta tahun ter akhir,” papar pernyataan Komite PBB, Platform Kebijakan Sains Antarpemerintah untuk Keanekaragaman Hayati dan Layanan Ekosistem (IPBES).

Laporan itu disusun oleh 145 pakar dari 50 negara. Para peneliti mengungkapkan itu dalam laporan mengenai kerusakan yang diakibatkan peradaban modern pada kehidupan alam.

Laporan itu menyimpulkan bahwa hanya trans formasi luas pada sistem keuangan dan ekonomi global yang bisa mengembalikan ekosistem dari jurang kehancuran. “Jaring kehidupan yang penting dan saling terhubung di bumi semakin kecil dan kian usang,” kata Profesor Josef Settele yang memimpin studi itu.

syarifudin