Edisi 12-06-2019
Arus Balik Masih Padat di Tol Cikampek


KARAWANG - Ribuan kendaraan pemudik masih memadati ruas jalan tol Cikampek menuju arah Jakarta pada hari keenam setelah Lebaran (H+6) kemarin.

Arus balik yang masih tinggi ini menyebabkan terjadinya kepadatan lalu lintas. Arus lalu lintas sempat tersendat di Km 66, yang merupakan titik pertemuan antara tol Cipularang dan tol Cikampek menuju Jakarta.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, kemacetan yang terjadi di Km 66 sepanjang tiga kilometer akibat kendaraan dari arah Cirebon bertemu dengan kendaraan dari arah Bandung di tol Ci kampek menuju Jakarta. Meski demikian, kendaraan yang didominasi mobil pribadi ini tetap bisa berjalan secara perlahan hingga di Km 42 Karawang Barat.

Kasatlantas Polres Karawang AKP Bariu Bawana mengatakan arus balik Lebaran sudah tidak ada lonjakan ber arti dibandingkan dua hari sebelum nya. Namun, volume kendaraan di jalan tol Cikam pek masih tergolong padat, yak ni dari sisa arus balik le baran.

“Masih terjadi kepa dat an volume kendaraan yang me lintasi tol Cikampek, namun situasinya masih lancar dan kendaraan bisa bergerak. Kepadatan masih terjadi di Km 66, namun bisa kita atasi,” katanya kemarin.

Menurut Bariu, puncak arus balik Lebaran 2019 di tol Ci kampek berlangsung pada Minggu (9/6). Namun begitu, petugas dari Polres Karawang tetap melakukan tugas peng amanan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik tol Ci kampek, termasuk di rest area.

Dia menyatakan bahwa meski Operasi Lodaya 2019 sudah di tutup, namun karena ken da ra an arus balik masih cukup ba nyak maka pihaknya akan te tap bertugas di lapangan untuk kelancaran arus lalulintas me nuju Jakarta.

“Dibandingkan hari normal, memang volume kendaraan menuju Jakarta tergolong padat, meski tetap lancar,” katanya. Sementara itu, Polda Jabar mengklaim ang ka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik lebaran di wilayah Jawa Barat turun 37% di ban ding tahun 2018.

Hal itu berkat kerja sama yang baik semua pihak, baik Polri, TNI, maupun pemerintah daerah dalam pengamanan dan pelayanan arus mudik dan balik Lebaran 2019. Tercatat jumlah kecelakaan lalu lintas di Jabar saat mudik dan arus balik lebaran tahun ini 62 kasus.

Kecelakaan tersebut menyebabkan 42 orang meninggal dunia, 33 luka berat, dan 74 luka ringan. Sementara tahun sebelumnya, jumlah kecelakaan 98 kasus yang mengaki batkan 68 orang meninggal dunia, 19 orang luka berat, dan 101 luka ringan.

“Kemacetan selama arus mudik dan balik juga turun. Terbilang lancar,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko seusai memimpin apel di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hat ta, Kota Bandung, kemarin.

Namun, Truno tak memung kiri sempat terjadi kemacetan cukup parah saat puncak arus balik (9/6) di beberapa titik, terutama yang melintasi jalur selatan. Namun, hal itu dapat diatasi dengan pene rap an sistem one way atau satu arah dan contra flow. “Arus lalin umumnya lancar.

Ada permasalahan (macet) saat arus balik, tapi masih bisa teratasi,” akunya. Truno menuturkan, dengan berpedoman kepada hasil evaluasi pengamanan musim mudik dan balik Lebaran 2018, tahun ini dari Polri, TNI, dan pemerintah baik pusat maupun daerah, terus berupaya untuk lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan. “Kami mendasari dari Annev evaluasi 2018. Nah , hasil tahun ini, kita annev lagi di tahun berikutnya untuk lebih baik lagi,” ujarnya.

agus warsudi/ nilakusuma