Edisi 12-06-2019
Bareskrim Sita 37 Kg Sabu dari Kapal Pesiar


JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan narkoba seberat 37 kilogram jenis sabu-sabu yang dibawa oleh enam warga negara Malaysia menggunakan kapal pesiar (yatch), Selasa (4/6).

Wadir Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Krisno Siregar mengatakan, pengungkapan ini berawal setelah pihaknya mendapatkan informasi mengenai rencana masuknya sabu-sabu.

“Menjelang Lebaran, kami mendapatkan informasi ada sindikat yang memanfaatkan waktu saat polisi mengamankan Lebaran masuk ke Indonesia pakai kapal pesiar,” kata Krisno di Dermaga Batavia Marina, Sunda Kelapa, Pademangan, Jakarta Utara, kemarin.

Krisno menjelaskan, keenam WNA Malaysia yang diamankan itu mempunyai tugas berbeda-beda mulai dari mengatur pemberangkatan hingga menyimpan sabu.

Mereka adalah MIF berperan sebagai pengendali pengiriman sabu-sabu yang ikut di kapal pesiar, tersangka IKZ berperan menjemput sabu-sabu dari kapal setelah sampai di Jakarta, dan tersangka SHN seba gai nakhoda kapal.

Sementara itu, dua tersangka SLH dan RHM perannya menjaga sabu-sabu yang disembunyikan dalam pelampung ke koper. Kemudian tersangka MHS sebagai pengendali jaringan yang ada di Jakarta dibekuk di dua tempat terpisah.

“Di atas kapal ada 37 kg sabu-sabu dikemas masingmasing ke dalam teh. Barang disembunyikan di dapra (bantalan karet) kapal,” katanya. Pengungkapan kasus ini, kata dia, berawal dari penangkapan empat tersangka berinisial MIF, SHN, SLH, dan RHM yang diamankan pada 4 Juni lalu sekitar pukul 09.30 WIB.

Mereka baru saja tiba dari Dermaga Pelabuhan Senibong Cove Marina, Johor, Malaysia. “Beberapa saat kemudian kami tangkap pengendali yang menunggu kedatangan kapal di Jakarta. IKZ kita amankan di dermaga dan MHS ditangkap di Hotel Aston Pluit,” ujarnya.

Krisno mengaku masih memburu dua orang yang terlibat kasus ini. Identitas keduanya sudah dikantongi penyidik. “Rencana tindak lanjutnya adalah karena ada yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang terlibat, kami sudah mengidentifikasi dua nama,” katanya.

Kedua DPO tersebut memiliki peran berbeda. Satu di antaranya berinisial HA yang diketahui berperan memerintahkan penyelundupan sabusabu dari Malaysia ke Indonesia.

Adapun untuk mengejar kedua DPO tersebut, Polri akan bekerja sama dengan kepolisian Malaysia. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan bea cukai, TNI AL, imigrasi, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto menambahkan, selain mengamankan 37 kilogram sabu-sabu, polisi juga mengamankan satu unit kapal pesiar Malaysia bernama Karenliner, enam paspor Malaysia, dan 10 ponsel.

Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman maksimal mati lantaran dianggap melanggar Pasal 114 UU RI No. 35/2009 tentang Narkotika.

yan yusuf