Edisi 12-06-2019
Urbanisasi Dorong Peningkatan Belanja


JAKARTA – Cargill bersama Economist Intelligence Unit (EIU) merilis laporan berjudul Food for Thought-Eating Better, yang merupakan laporan terakhir dalam seri penelitian lima bagian.

Dalam laporan tersebut disebutkan urbanisasi dan kenaikan pendapatan di antara konsumen telah menghasilkan peningkatan belanja konsumen, terutama untuk makanan.

“Urbanisasi dan pertumbuhan pendapatan mendorong perubahan gizi menciptakan ekonomi skala yang cukup, mendorong pertumbuhan gerai makanan cepat saji dan supermarket.

Hal ini juga diyakini mendorong gaya hidup masyarakat menjadi kurang bergerak dan mengonsumsi makanan yang lebih enak,” ujar Direktur Corporate Affairs Cargill Indonesia Arief Susanto, dalam siaran persnya, kemarin.

Arief menjelaskan, selain mengenai urbanisasi dan kenaikan pendapatan, hasil laporan tersebut juga menyoroti perkembangan gizi di Asia melalui perubahan diet di seluruh wilayah dan merangkumnya dalam enam megatren, yakni Quality not Quantity, Urbanisation and Income, Obesity & Micro Nutrients, Diverging Outcomes, Low Nutritional Awareness, dan Advertising and Social Media.

Menurut Arief, dalam laporan itu disebutkan peningkatan dalam pendapatan per kapita dan grafik asupan kalori menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam jumlah makanan yang dikonsumsi dengan sebagian besar negara mengonsumsi lebih dari 2.500 kalori per kapita setiap hari.

Hal ini membuat sektor makanan kemasan Asia mengalami pertumbuhan 4% pada 2017, sekaligus menyoroti peningkatan konsumsi makanan olahan dan tidak meninggalkan persyaratan kebutuhan gizi konsumen.

“Penelitian tersebut menyebutkan beras akan tetap menjadi bahan pokok di Asia. Tetapi, konsumsi akan melambat atau turun dengan penurunan diperkirakan di China, Indonesia, Korea Selatan, Singapura, dan sejumlah negara Asia berpenghasilan menengah,” ujarnya.

Arief pun menuturkan kenaikan pendapatan dan pergeseran struktur ekonomi mendorong gaya hidup kurang bergerak dan konsumsi makanan yang enak.

Apalagi, perkembangan ekonomi biasanya lebih banyak fokus di sektor manufaktur dan jasa serta meningkatkan prevalensi pekerjaan yang tidak membutuhkan aktivitas fisik signifikan.

“Kepadatan kota membuat layanan pengiriman lebih efisien, mengurangi kebutuhan warga kota untuk berbelanja secara langsung,” ucap nya.

Arief menuturkan, Cargill percaya semua pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, memainkan peran penting dalam menemukan solusi untuk menjawab tantangan rantai pasokan makanan.

“Kami bekerja dengan petani, pemerintah, kelompok industri, pelanggan dan konsumen untuk membuat masa depan pangan lebih berkelanjutan,” tutur Arief.

Dia menegaskan, perseroan akan menjawab tantangan industri makanan dan kebutuhan konsumen akan bahan makanan yang lebih berkelanjutan, termasuk menelusuri dan transparan pada keberadaan rantai pasokan global.

rakhmat baihaqi