Edisi 12-06-2019
Bukan Enrique, Tapi Moreno


MADRID – Rekor 100% kemenangan Spanyol di kualifikasi Piala Eropa 2020 belum terpatahkan.

Kegemilangan tim berjuluk La Furia Rojatersebut berlanjut setelah membenamkan Swedia 3-0 pada laga Grup F, Selasa (11/6).Hasil positif di Santiago Bernabeu merupakan kemenangan keempat Spanyol dalam empat laga terakhir Grup F setelah mengalahkan Norwegia 2-1 (24/3), Malta 2-0 (27/3), dan Kepulauan Faroe 4-1 (8/6).

Spanyol kokoh di puncak klasemen sementara Grup F dengan koleksi 12 poin, unggul lima poin atas Swedia yang berada di urutan kedua. Mereka sejajar dengan Inggris, Irlandia Utara, Polandia, Turki, Belgia, dan Italia yang selalu meraih kemenangan sepanjang kualifikasi grup.

Berbagai catatan impresif mengindikasikan bahwa 2019 menjadi tahun kebangkitan Spanyol. Itu membayar kekecewaan La Furia Roja yang tidak tampil optimal di Nations League.

Mereka harus puas menempati urutan kedua Grup 4 dengan meraih dua kemenangan dan menderita dua kekalahan. Asisten Pelatih Spanyol Robert Moreno menilai bintang Spanyol pada laga melawan Swedia jelas sang kapten Sergio Ramos.

Eksekusi penaltinya pada menit ke-64 bukan hanya membakar semangat tim memper - besar keunggulan melalui penalti Alvaro Morata (85) dan gol Mikel Oyarzabal (87). Ramos merupakan pencetak gol terbanyak di skuad Spanyol saat ini dengan 20 gol.

Hebatnya, punggawa Real Madrid tersebut kini sejajar dengan Telmo Zarra yang menempati posisi ke-11 daftar pencetak gol sepanjang masa Spanyol atau 10 versi transfermarkt.

Gelar top skor melengkapi torehan individu Ramos. Sebelumnya, bek berusia 33 tahun itu menorehkan rekor sebagai pemain Spanyol yang mengoleksi 122 kemenangan, menyisihkan Iker Casillas (121).

Ditambah melawan Swedia, Ramos kini telah mengumpulkan 123 kemenangan dari 165 caps. “Swedia adalah lawan kuat dan mereka membuat segala - nya menjadi sulit bagi kami. Tapi, Ramos adalah pemimpin tim ini dan Anda melihatnya di lapangan.

Dia adalah contoh nyata bagi pemain muda. Sebuah kehormatan memilikinya di dalam tim,” kata Moreno, dilansir football-espana.net. Kepiawaian Moreno mengelola skuad patut diacungi jempol.

Pelatih berusia 47 tahun tersebut berani melakukan perubahan dalam komposisi tim terutama di sektor penjaga gawang. Keputusannya menurunkan Kepa Arrizabalaga menjadi starter dan mencadangkan David de Gea terbukti jitu.

Bersama Kepa di tiga laga terakhir, gawang Spanyol hanya kebobolan satu kali. Selain itu, intuisinya dalam merotasi pemain juga oke. Penyerang Oyarzabal mencetak gol pertamanya di level senior Spanyol dari dua caps.

Kendati berhasil memimpin Spanyol di jalur positif, Moreno menegaskan dirinya adalah pelatih sementara. Moreno berharap Luis Enrique akan kembali ke tim saat La Furia Roja berhadapan dengan Rumania pada lanjutan Grup F, September mendatang.

“Apa yang paling saya inginkan adalah ini (laga melawan Swedia) menjadi terakhir bagi saya menjadi pelatih kepala Spanyol. Semoga Enrique segera kembali,” ujarnya.

Kemenangan Spanyol berimbas kepada Swedia yang menelan kekalahan pertamanya dari empat laga kualifikasi Grup F. Akibatnya, tim berjuluk Blagult tersebut tidak nyaman di urutan kedua klasemen Grup F lantaran memiliki poin sama dengan Rumania (7 poin) yang di saat bersamaan mencukur Malta 4-0.

Meski mengakui Spanyol lebih superior dari timnya, Pelatih Jenne Andersson mengatakan Swedia telah berusaha semaksimal mungkin. Andersson mengindikasikan Albin Ekdal dkk akan kembali ke trek saat menghadapi Kepulauan Faroe, September nanti.

alimansyah