Edisi 12-06-2019
Menjaga Reputasi Eropa


VALENCIENNES – Duel Jerman versus Spanyol di Stade du Hainaut nanti malam begitu krusial.

Kedua tim sama-sama mengincar kemenangan demi menguasai puncak klasemen sementara Grup B. Keduanya menjadi representasi kekuatan Eropa di tengah wakil Asia dan Afrika.

Baik Jerman maupun Spanyol mengawali laga perdana Grup B Piala Dunia Wanita 2019 dengan meyakinkan. Jerman menundukkan China 1-0, Sabtu (8/6), begitu pula Spanyol yang mengalahkan Afrika Selatan 3-1 sehingga kedua tim memiliki poin sama, yakni tiga.

Spanyol memimpin klasemen sementara Grup B dengan keunggulan produktivitas gol. Ketatnya persaingan Grup B telah diprediksi pelatih Spanyol, Jorge Vilda. Menurut dia, keberadaan Jerman, China, dan Afrika Selatan membuat Grup B sebagai yang tersulit di Piala Dunia Wanita 2019.

Karenanya, Vilda enggan berpuas diri dengan kemenangan atas Afrika Selatan. Dia menilai La Roja wajib meningkatkan kualitas agar bisa lolos dari babak penyisihan.

Menurutnya ada hal-hal yang dapat diperbaiki. Dia merasa para pemain merasakan tekanan Piala Dunia dan mencoba mendapatkan kemenangan pertama saat melawan Afrika Selatan. “Tetapi Anda akan melihat itu dari banyak tim di sini.

Kami membuat beberapa perubahan taktis yang membuat perbedaan dan mentalitas para pemain berubah. Itu adalah kuncinya,” ungkap Vilda dilansir spaininenglish.com.

Vilda mengatakan, semua tim di Grup B memiliki potensi besar menjegal Spanyol, terutama Jerman. Berstatus sebagai juara Olimpiade 2016, mereka menjadi salah satu favorit perebut trofi Piala Dunia 2019.

Meskipun Afrika Selatan dan Cina juga bermain di level yang sangat tinggi dan sulit dikalahkan. “Jerman bisa menjadi Gunung Everest di grup kami. Jerman adalah salah satu favorit meraih gelar, dan kami belum berhasil mengalahkan mereka di tiga pertemuan terakhir,” katanya.

Guna mendulang kemenangan, Vilda akan mengandalkan para pemain terbaiknya. Penyerang Jennifer Hermoso yang mencetak dua gol dari titik penalti ke gawang Afrika Selatan bakal diturunkan sebagai starter.

Di lini belakang duet Marta Torrejon dan Mapi Leon bertugas menghadang serangan lawan. Respek besar yang ditunjukkan Spanyol bukan tanpa alasan. Dari tiga pertemuan terakhir, Jerman tidak terkalahkan dengan mendulang satu kemenangan dan dua seri.

Meski hanya menang 1-0 atas China melalui gol Giulia Gwinn (66), pelatih Martina Voss- Tecklenburg tetap senang dengan kinerja para pemain mudanya.

Dia menilai, kepercayaan timnya akan semakin meningkat sehingga yakin mampu menjalani fase grup dengan baik sehingga membawa Die Nationalelfberjaya di Prancis setelah menjuarai Piala Dunia Wanita 2003 dan 2007.

“Para pemain muda yang berjuang melawan China sekarang memiliki pengalaman dan tahu bagaimana rasanya memainkan pertandingan Piala Dunia. Kami menyadari bahwa pertandingan Piala Dunia berbeda dengan sesi pelatihan.

Beberapa hal yang tidak bagus terjadi, tetapi kami berada di Piala Dunia ini dan kami ingin melangkah sejauh yang kami bisa,” katanya. Kewaspadaan tinggi dilontarkan kapten Alexandra Popp.

Dia menilai, Jerman tidak boleh menganggap remeh setiap lawan karena mereka akan melakukan apapun termasuk bermain keras. Popp mengacu pada laga kontra China, dia dan beberapa pemain Jerman kerap dijatuhkan.

“Mereka (pemain China) selalu terlambat melakukan tekel dan menginjak kaki kami. Kami menyadari bahwa pertarungan tidak bisa dihindari. Kami sudah berada di Piala Dunia dan harus siap menghadapi apapun,” katanya.

alimansyah