Edisi 12-06-2019
Atap Tepat, Rumah Pun Nyaman


BAGI rumah, atap bukan hanya penting, namun sangat vital. Sebagai perlindungan, menghadirkan wajah arsitektur memengaruhi keamanan juga keindahan sebuah rumah.

Atap melindungi rumah dari panas, hujan, dan berbagai pengaruh cuaca serta pengaruh luar lain. Dan lewat bentuknya, atap juga menyempurnakan keindahan sebuah rumah. Tanpa keberadaan atap, sebuah rumah belumlah lengkap menghadirkan wujudnya.

“Setiap bentuk atap memiliki karakter dan keindahannya masing-masing. Seperti bentuk atap pelana atau gable roof , atap ini terlihat berbentuk huruf V terbalik dengan sudut bervariasi, sedangkan di sisi memanjang bentuk yang terlihat adalah persegi panjang.

Model atap ini pas untuk rumah bergaya minimalis,” sebut arsitek Satrio Herlambang. Tidak hanya bentuk pelana kuda, ada juga bentuk atap perisai atau yang lebih dikenal dengan hip roof .

Jika dilihat sekilas, modelnya hampir mirip pelana kuda namun sepasang bidang miring yang bertemu terlihat seperti trapesium. Ini karena ada dua bidang miring segitiga yang menyatukan kedua bidang trapesium dan bertemu pada jurai.

Jadi, pada sisi pendek bangunan akan terlihat bentuk segitiga, sedangkan pada sisi memanjang terlihat sebagai bentuk trapesium. Selain itu, ada atap datar (flat roof ) yang juga populer sebagai atap dak yang datar dan berbahan beton.

Dari atas bentuk atap ini terlihat seperti bentuk denah bangunan, sementara dari berbagai sisi bangunan akan ada tampilan garis. “Kecuali atap datar yang relatif kecil dengan sudut kemiringan hingga 0 derajat, bentuk atap lain yang disebut memiliki sudut kemiringan yang variatif, yaitu sudut kecil mulai dari 10 sampai 25 derajat, sedang 30 sampai 45 derajat, dan tajam hingga 75 derajat.

Berapa pun kemiringan yang dipilih harus bisa membuat atap bertahan dan tetap stabil meski terpengaruh angin, dan juga lancar mengalirkan curah hujan,” kata Satrio.

Ketiga bentuk atap di atas bisa dimodifikasi, juga dikombinasikan satu sama lain sesuai kebutuhan, misalnya menurut bentuk denah bangunan. Selain ketiganya dikenal pula bentuk-bentuk seperti atap piramid (atap perisai untuk denah persegi), atap sengkuap dan atap kerucut.

Manakah bentuk atap yang harus dipilih? Kita bisa memilih bentuk atap sesuai keinginan selera kita. Kendati “terkesan” boleh sesuka hati, tetap saja ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih bentuk atap.

Apakah itu? Denah atau bentuk bangunan bisa memengaruhi pilihan bentuk atap. Untuk rumah dengan denah persegi panjang, atap pelana atau perisai bisa menjadi pilihan, sedangkan atap piramid sangat pas untuk memahkotai denah persegi.

“Modifikasi atap perisai atau pelana akan diperlukan jika denah bangunan memiliki bentuk L, U, T, atau bentuk lain yang lebih kompleks,” kata Satrio. Bahan penutup atap memengaruhi kemiringan atap.

Demikian pula sebaliknya. Setiap material harus disesuaikan dengan kemiringan bangunannya, misalnya sudut kecil untuk atap lembaran seperti asbes, seng, dan genteng memerlukan kemiringan sedang.

Jadi, aplikasi bentuk atap harus disesuaikan dengan pilihan material. Jika ingin atap dengan sudut kemiringan kecil atau tajam, kurang pas jika pilihan material jatuh pada genteng.

Pilihan bahan penutup atap juga harus mempertimbangkan daya tahan terhadap cuaca dan kemudahan perawatan. “Gaya bangunan sangat dipengaruhi bentuk atap yang masing-masing memiliki karakter visual.

Bila ingin menampilkan rumah bergaya tradisional, tentu kurang tepat jika memilih atap datar berbahan beton cenderung berkesan modern atau minimalis. Akan lebih sesuai bila pilihan jatuh pada bentuk atap miring dan modifikasinya,” tuturnya.

aprilia s andyna