Edisi 17-06-2019
Aktivis 98 Berpeluang Jadi Menteri


JAKARTA –Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi sinyal kuat untuk mengangkat menteri dari perwakilan aktivis 98. Pernyataan itu disampaikan saat memberikan sambutan di acara Halal Bihalal Presiden Bersama Aktivis 98 di Jakarta, kemarin.

Menurut Jokowi, banyak mantan aktivis reformasi yang kini sudah menempati jabatan penting, seperti kepala daerah, baik bupati, wali kota, gu ber nur, atau jabatan lainnya. Bah kan tak sedikit yang menjadi wakil rakyat sebagai anggota DPRD dan DPR RI. Namun demikian, kata dia, belum ada yang meng - isi posisi menteri. “Bisa saja, ke - napa tidak dengan kemampuan yang ada. Mi sal nya tidak hanya di menteri, bisa saja di duta besar atau BUMN. Selagi yang ber - sangkutan me miliki kapasitas dan syarat yang sering saya sam - paikan,” kata Jokowi. Meski menolak menyebut nama atau inisial kandidat kuat dari kalangan Aktivis 98, man - tan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, posisi menteri harus diisi oleh pemimpin yang me - miliki karakter kuat dalam me - ng eksekusi kebijakan.

Jo kowi tetap enggan menyebut na ma meski para hadiri terus me ne - riak kan nama Adian Na pitu - pulu, politikus PDI Per jua-ng an yang juga mantan Aktivis 98. “Memang dibutuhkan orang yang memiliki manajerial kuat dan baik sehingga sekali lagi saya melihat potensi ini banyak dan ada di sore ini. Yang hadir bersama kita. Saya tidak ingin menyebut nama dulu. Namun, banyak yang menyebut Adian. Bung Adian. Saya tidak mau sebut nama,” ungkap Jokowi. Mantan Wali Kota Solo me - ne gaskan, gerakan reformasi dikomandoi para Aktivis 98 harus berani mengevaluasi apa yang telah dikerjakan pe me rin - tahan, baik yang berhasil mau - pun belum. Dia sendiri meng - aku tidak keberatan untuk di - kri tik karena dia tidak memiliki beban dalam memimpin pe me - rintahan lima tahun ke depan.

“Saya dalam lima tahun ke depan, Insya allah sudah tidak memiliki beban apa-apa. Jadi, keputusan-keputusan yang mi - ring-miring, yang itu penting un tuk negara ini, akan kita ker - jakan. Sekali lagi, karena saya sudah tidak memiliki beban apa-apa,” katanya. Politisi PDIP Adian Na pi tu - pulu yang juga ketua panitia me - ngaku menolak jika ditunjuk Presiden Jokowi menjadi men - teri sebagai perwakilan dari Aktivis 98. Adian mengatakan menjabat sebagai menteri akan sangat menguras tenaga. “Nggak kuat. Saya nggak kuat jadi men - teri kalau presidennya Jokowi, capeknya ampun bos,” katanya. Aktivis 98 lainnya, Usman Hamid yang hadir di acara itu menilai, mereka memiliki ke - mampuan yang dibutuhkan da - lam pemerintahan.

Sebenarnya gerakan mahasiswa itu terdiri atas dua komponen utama, yai - tu kelompok studi mahasiswa dan komite aksi mahasiswa. Kelompok studi dikendalikan kekuatan intelektual. “Kedua karena dia adalah komite aksi jalanan, maka dia bisa ciptakan gerakan aktivis,” ujarnya. Di sela-sela acara, para ak ti - vis berikrar untuk siap menjadi tulang punggung peme rin tah - an periode kedua Jokowi. Ikrar siap itu tertuang dalam Piagam Aktivis 98. Sebelum piagam itu dibacakan, Adian Napitupulu sebagai perwakilan Aktivis 98 mengatakan jika kini sebagian besar Aktivis 98 telah menjadi pemimpin di berbagai bidang. “Saya ingin menunjukkan bah - wa kita Aktivis 98 berbeda de - ngan generasi yang lain. Selesai runtuhnya Soeharto, kita tidak minta jabatan apa-apa, kita tidak minta sebagian anggota DPR diganti dengan kita, tidak ada itu,” ungkapnya.

Adian mengatakan, seusai re - formasi 1998, para Aktivis 98 kem bali ke kampus dan me nye le - saikan kuliah. Mereka pun ber - juang masing-masing tanpa fa si - litas apa pun. “Tapi, hari ini te - man-teman kita sudah duduk di DPR RI, yang wali kota, yang bu - pati, segala macam silakan maju, ini pertemuan luar biasa. Kita su - dah siap memimpin bang sa ini, rak yat sudah m e mi lih sekian ba - nyak dari kita, dan kita wu jud kan kepercayaan rakyat,” tu tur nya.

Mula akmal/okezone