Edisi 17-06-2019
Dua Wisatawan Tewas Tenggelam, Wisata Danau Biru Ditutup


TANGERANG - Dua wisatawan Danau Biru, Kampung Cigaru RT 015/04, Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, tenggelam saat naik perahu sampan kemarin.

Kedua korban tersebut tenggelam pukul 09.00 WIB, dan ditemukan tewas sekitar pukul 12.00 WIB. Jenazah kedua korban yang diketahui tinggal mengontrak ini, selanjutnya dibawa ke Polsek Cisoka. Setelah itu, dibawa ke RS Tobat Balaraja, Tangerang. Dede, saksi mata kejadian, mengatakan bahwa saat korban tenggelam dirinya sedang ada di dekat Danau Biru. Saat itu keduanya sedang naik perahu di tengah danau. Tiba-tiba perahu yang ditumpangi terbalik. Diduga tidak bisa berenang, kata dia, kedua korban yang panik langsung tenggelam. ”Keduanya warga Cikupa. Saat itu korban sedang menaiki perahu. Saat berada di tengahtengah, tiba-tiba perahu terbalik,” kata Dede.

Andi, petugas keamanan di lokasi, menambahkan bahwa saat keduanya hendak naik perahu, petugas sudah menanyakan keduanya bisa atau tidak berenang. Saat itu keduanya menjawab bisa berenang. ”Sebelum korban naik, sesuai prosedur yang ada, petugas menanyakan dulu kepada pengunjung. Bisa berenang atau tidak? Mau pakai pelampung atau tidak? Tetapi kedua korban tidak mau memakai,” sambungnya. Kedua korban tewas, kata Andi, naik sampan bersama rombongan berjumlah empat orang. Korban naik sampan, sedangkan dua rekannya naik perahu bebek yang dikayuh. ”Mereka berempat. Dua orang naik perahu bebek yang dikayuh, dua lagi menaiki perahu sampan. Terus saat naik itu, mereka bercanda. Perahu itu ditabraktabrakin dan akhirnya perahu sampan terbalik,” jelasnya.

Kapolsek Cisoka AKP Uka Subakti mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi atas peristiwa yang menyebabkan dua korban tewas itu. ”Ya, benar. Dari faktafakta di atas dapat disimpulkan bahwa ada kecerobohan dari pemilik perahu. Tetapi korban juga tidak menuruti nasihat dari pemilik perahu untuk memakai pelampung,” sambung Uka. Dijelaskan dia, saat ini di lokasi Danau Biru petugas sudah memasang garis polisi. Tempat wisata bekas galian pasir itu pun untuk sementara waktu akan ditutup.

”Kalau menurut keterangan yang ada, lahan itu dikelola oleh pemuda dan masyarakat desa sekitar. Pemilik lahannya sendiri, bahkan tidak menerimanya. Saksi- saksi di lokasi masih kami periksa,” tambahnya. Saat ini jenazah kedua korban masih ada di RS Tobat Balaraja, dan akan segera dibuatkan surat kuasa untuk diambil oleh pihak keluarga agar segera dimakamkan.

Hasan kurniawan