Edisi 17-06-2019
Bulog Optimistis Raih 70% Pasar BPNT


JAKARTA– Perum Bulog optimistis bisa meraih 70% pasar Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Saat ini, Bulog tengah menyediakan produk pangan berkualitas dan terjangkau khususnya beras, baik beras me dium maupun premium sesuai dengan kebutuhan konsumen BPNT.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi mengatakan de - ngan pengalaman di industri perberasan, distribusi dan ke - mampuan infrastruktur yang dimiliki, Bulog memiliki ka pa - sitas menyediakan beras untuk 15,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh wi - layah Indonesia. Tri Wahyudi menyam paikan bahwa Bulog memiliki 37 mesin pengolahan yang ter se - bar di wilayah penyerapan gabah/beras di seluruh In do - nesia. Bulog juga bersinergi den gan mitra Gabungan kelompok tani (Gapoktan) mau - pun swasta dalam penyediaan kebutuhan beras untuk stok cadangan beras pemerintah (CBP) maupun komersial. “Bu - log punya kompetensi tersebut sehingga kami yakin mampu meraih pasar BPNT lebih dari 70%,” tutur Tri Wahyudi dalam rilisnya, kemarin.

Di semester I/2019, Bulog mampu menyerap gabah/be - ras petani sebanyak 650.000 ton sesuai dengan harga pem - belian pemerintah (HPP) da - lam Inpres No 5/2015 dengan fleksibilitas 10%. Dengan me - lihat kebutuhan beras BPNT untuk 15,6 juta KPM sebanyak 1,5 juta ton (asumsi 1 KPM menerima 10 kg), bukanlah hal yang sulit bagi Bulog menyerap gabah/beras petani di atas HPP dengan mekanisme komersial. “Tentunya petani akan di un - tung kan dengan konsep pem - belian hasil panen meng gu na - kan mekanisme komersial ini,” kata Tri Wahyudi. Menurutnya, terdapat multiplier effectapabila Bulog se ba - gai penyedia beras untuk BPNT.

Petani akan bergairah menanam karena ada ke pastian dibeli hasil panennya di atas HPP, sementara itu agen BPNT (agen himbara dan EWarong) akan menerima beras yang berkualitas dan terjang - kau harganya. “Sehingga memberikan keuntungan bagi agen, dan agen BPNT yang terdapat di desadesa akan tumbuh dan ber - kem bang sehingga akan ber - dam pak kepada pereko no - mian desa,” katanya.

sudarsono







Berita Lainnya...