Edisi 20-06-2019
Berani Tanpa Messi?


BELO HORIZONTE– Seberapa berani Argentina dan pendukung timnas La Albiceleste membayangkan mereka tak melihat lagi Lionel Messi dalam daftar tim Tango. Jika membaca data yang disodorkan, semua pasti menjawab penuh keraguan.

Sebagian besar media menyebut Argentina tanpa Messi adalah tim biasa saja. TimTango memang memiliki Sergio Aguero, Angel di Maria, dan Paulo Dybala yang menjadi punggawa utama di klub masing-masing. Aguero bersama Manchester City, Di Maria membela Paris Saint- Germain, dan Dybala memberikan gelar di Juventus. Ketiganya berperan mendatangkan gelar di kompetisi domestik. Meski begitu, mereka tetap dianggap tak akan pernah bisa menggantikan peran Messi, baik dari sisi karisma atau gol di lapangan. Seperti yang terlihat di statistik saat Argentina saat menjalani laga kualifikasi Zona Conmebol Piala Dunia 2018. Dari 13 pertandingan, Messi bermain enam kali dan absen dalam tujuh kesempatan.

Hasilnya, ber sama Messi, persentase kemenangan Argentina berada di angka 83,3%, sedangkan saat pemain berusia 31 tahun itu absen, anjlok menjadi 43,3%. Rata-rata poin dan gol pun meningkat signifikan. Rata-rata poin Argentina ketika Messi bermain mencapai 2,5 poin dan golnya di kisaran 1,5 gol per laga. Sementara tanpa Messi, hanya ada satu poin per laga dan 0,9 gol per pertandingan. Saat Piala Dunia 2018, Messi tampil 90 menit di semua pertandingan dengan satu kali menang, sekali imbang, dan dua kali tumbang. Situasi yang membuat Messi menyatakan mundur dari timnas Argentina. Keputusan itu membuat dia melewatkan enam laga persahabatan. Dari enam laga tanpa di bawah bayang-bayang Messi, Argentina mendapatkan hasil empat kali menang, sekali imbang, dan satu kali tumbang. Satu-satunya kekalahan Argentina diderita saat uji coba menghadapi Brasil.

“Tanpa Messi, kami harus bermain sebagai sebuah tim,” kata Pelatih Argentina Lionel Scaloni, saat Messi memutuskan mundur dari timnya. Setelah Messi kembali, dari empat pertandingan terakhir, Argentina menderita dua kali kalah dan dua imbang. Kekalahan diderita dari Venezuela dan Kolombia. Jika melihat ini, Argentina sebenarnya bisa menjawab bagaimana timnya tanpa Messi. Lalu, bagaimana Scaloni menyiasati hidup tanpa Messi dalam enam pertandingan tersebut? Menggunakan kombinasi formasi 4-3-3, 3-4-2-1, Scaloni menempatkan Mauro Icardi dan Lautaro Martinez bergantian sebagai penyerang tengah. Dua penyerang sayap menjadi kombinasi antara Andre Corea, Paulo Dybala, Rodrigo de Paul, dan Erik Lamela.

Sekarang, setelah kekalahan di laga pertama melawan Kolombia, apakah Scaloni akan mencadangkan Messi saat menghadapi Paraguay di Estadio Governador Magalhaes, hari ini? Atau, sekadar merotasi Aguero dan Di Maria yang tidak tampil bagus di laga perdana. Butuh keberanian karena laga melawan Paraguay menjadi penting demi kelangsungan masa depan mereka di Copa America 2019. Mereka terakhir kali gagal melewati fase grup terjadi pada 1983. Argentina juga belum pernah kalah melawan Paraguay di Copa America, menang 15, imbang 9. “Kami ingin memulai dengan cara berbeda. Tapi, para pemain tahu bahwa kami masih memiliki banyak peluang untuk maju. Pertandingan besok akan sangat penting bagi kami,” tandas Scaloni.

Paraguay sendiri membutuhkan kemenangan. Mereka membuang peluang saat bermain imbang 2-2 melawan juara Piala Asia 2019 Qatar. Sudah unggul dua gol, pasukan Eduardo Berizzo harus kebobolan dua gol hanya dalam kurun waktu sembilan menit. “Saat itu, kami kehilangan kontrol pertandingan,” kata Berizzo, dikutip situs resmi Copa.

Ma’ruf