Edisi 20-06-2019
Rintangan Awal Terlewati


BIRMINGHAM – Naomi Osaka berhasil melalui rintangan awal di turnamen lapangan rumput Birmingham Classic 2019. Lapangan rumput selama ini menjadi kendala utama petenis asal Jepang itu meraih trofi.

Osaka yang menjadi unggulan teratas membutuhkan keringat lebih banyak untuk mengalahkan Maria Sakkari 6-1, 4-6, 6-4 di The Edgbaston Priory Club, Birmingham, Inggris, Selasa (18/6) malam. “Anda tahu di lapangan rumput, saya tidak terlalu nyaman. Lapangan rumput selalu menjadi turnamenturnamen pertama yang paling sulit,” kata Osaka, dilansir tennis.com. “Saya hanya berlatih dua kali di rumput, karena hujan turun sangat deras. Saya melakukan sebaik yang saya bisa. Itu benar-benar berbeda dengan semua yang telah saya mainkan. Sebagai anak kecil, saya tidak pernah bermain rumput,” sebut Osaka.

Petenis peringkat 1 dunia itu mengatakan pertandingan perdana di lapangan rumput selalu membuatnya gugup. Dia mengaku kerap dihantui bayang-bayang permainan buruk dan kekalahan. Namun, kemenangan sulit atas Sakkari memberinya rasa percaya diri tinggi. Osaka merasa ada kekuatan lain dalam dirinya. Karena itu, dia optimistis mampu bermain maksimal saat menghadapi petenis Kazakhstan Yulia Putintseva di babak 16 besar, hari ini. Apalagi, Putintseva bukan petenis papan atas. Saat ini, petenis berusia 24 tahun itu berada di peringkat 43 dunia. Meski begitu, Osaka tidak mau menganggap remeh Putintseva. Menurutnya, di atas lapangan semua bisa saja terjadi.

“Saya akan terus bermain dengan kemampuan yang saya punya. Cukup berat di lapangan rumput, tapi semangatku sedang bagus,” tuturnya. Sementara bagi Putintseva, pertandingan kontra Osaka sangat berarti baginya. Karena, kemenangan atas petenis Jepang itu bisa mempermudah langkahnya di Birmingham Classic. “Saya pernah mengalahkannya,” ujar Putintseva, dilansir the astana times. Ya, Putintseva punya pengalaman mengalahkan Osaka. Pada event Hobart 2018 lalu, dia memaksa Osaka pulang lebih awal dengan kemenangan 6-3, 6- 3. “Dia (Osaka) petenis hebat. Dia nomor satu dunia. Tapi, setidaknya saya tahu cara mengalahkannya,” tutur Putintseva.

Selain itu, petenis terbaik Kazakhstan tersebut punya modal positif untuk berbuat banyak di Birmingham Classic. Pada 25 Mei 2019 lalu, Putintseva memenangkan gelar tunggal Asosiasi Tenis Wanita (WTA) pertamanya, Piala Nuremberg. Di final, Putintseva mengalahkan petenis Slovenia Tamara Zidansek 4-6, 6-4, 6-2. “Saya menikmati diri saya dan akan berjuang sampai akhir. Karena, itulah yang akan membantu saya untuk meraih kemenangan. Karakter saya adalah terus berjuang,” tandas Putintseva.

Sazili mustofa