Edisi 20-06-2019
Mitsubishi Buka Kelas di BBPLK Bandung


BALAI Besar Pengembangan Latihan Kerja Bandung (BBPLK Bandung) bekerja sama dengan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI) membuka pelatihan ber basis kompetensi (PBK) di bidang pelatihan automotif.

“Pelatihan ini standar ber - dasarkan PBK untuk meng ha - silkan lulusan automotif yang andal. Nantinya kita harapkan lulusan pelatihan 100% akan diserap oleh Mitsubishi dan ditempatkan di seluruh beng - kel Mitsubishi,” kata Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Ke - menterian Ketenaga kerjaan Bambang Satrio Lelono di Bandung, pada Jumat, 14 Juni 2019. Pelatihan automotif ini akan diikuti sekitar 640 orang atau 40 paket pelatihan yang berasal dari 36 kabu - paten/ kota di Indonesia dan direkrut melalui koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja kabupa ten/kota. Ada pula peserta kelas Mitsubishi diambil dari Palembang dan Bali.

“Pada prinsipnya, BLK Ban dung kita prioritaskan pe - serta dari Bandung dan Jawa Barat, tetapi ada juga peserta dari seluruh Indo nesia. Kerja sama ini meru pakan yang per - tama dari BLK dengan Mitsu - bishi dan nan tinya diperluas dengan BLK seluruh Indo - nesia,” ujar Satrio Lelono. Menurut Dirjen Bambang Satrio, saat ini Kementerian Ketenagakerjaan memiliki kebijakan peningkatan pe - nguatan mutu dan akses pelatihan untuk mempersiap kan SDM yang ber - kualitas dengan menjalin kerja sama dengan industri sehingga program-program pelatihan sesuai dengan ukuran indus tri. “Akses pelatihannya juga terus kita permudah. Diper mudah karena Kemnaker meng - inginkan siapa pun dan di mana pun akses pelatihan vokasi mudah dilakukan,” kata Satrio.

Plt Kepala BBPLK Bandung Tuti Hariyanti menambah - kan, setelah para peserta me - nyelesaikan pelatihan di BBPLK Bandung, lulusan pela tihan ini akan diinfokan ke pada jaringan forum komu - nikasi industri BBPLK Ban - dung untuk siap direkrut melalui proses pemagangan dulu atau rekrutmen sebagai calon tenaga kerja. “Materi pelatihan ini disesuaikan dengan kurikulum/program yang telah divalidasi oleh bidang program dan evaluasi dan disusun berdasarkan SKKNI (Standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia),” kata Tuti.

Wahyu sibarani