Edisi 26-06-2019
Material Tepat untuk Pagar Pengaman Rumah


PAGAR dibutuhkan tidak sebatas pada keamanan saja, tapi juga sebagai unsur estetika sebuah rumah.

Kedua fungsi ini bisa sejalan asalkan pagar didesain sesuai dengan karakter dan kebutuhan pemilik rumah. Dalam merancang bentuk pagar, unsur material menjadi faktor utama yang menentukan nilai estetikanya.

Ada beberapa material pokok yang saat ini banyak dipakai untuk membuat pagar, seperti besi, bata, batu alam, dan kayu. “Material seperti stainless steel sudah mulai ditinggalkan karena tidak bisa diolah menjadi bentuk beragam, di samping itu harganya pun relatif lebih murah,” ungkap arsitek Rizky Artando.

Rizky menambahkan, bata, batako, roster, beton aerasi, dan konblok adalah beberapa contoh material cetakan yang bisa diolah menjadi material pagar. Salah satu material yang sering digunakan untuk membuat pagar adalah bata.

Batu bata adalah material dasar pembuatan pagar yang berbentuk dinding. Kebanyakan orang melapisi dinding pagar bata dengan cat atau semen. Namun, saat ini banyak yang justru mengekspos bata tersebut.

“Bila ingin diekspos, bata harus dilapisi dengan cat batu alam yang akan melindunginya dari lumut,” ujar Rizky. Ada dua cara untuk membuat bata ekspos, yaitu dengan menggunakan bata balok atau bata tempel.

Dinding bata ekspos dengan menggunakan bata balok berfungsi juga sebagai struktur, seperti dinding biasa. “Yang membedakan hanyalah dinding bata ekspos tidak diplester dan diaci.

Sementara dinding bata ekspos dari bata tempel terbuat dari bahan yang beragam, seperti keramik atau batu alam,” tutur Rizky. Batu bata tempel pada dasarnya ada dua jenis, bata asli dan buatan.

Bata tempel asli tidak berbeda dengan bata biasa, hanya ketebalannya yang berbeda. Beberapa bata tempel asli dicetak dengan mesin sehingga ukurannya presisi. “Bata tempel buatan dibuat dengan campuran semen dan pasir, yang biasa disebut cladding brick ,” ungkapnya.

aprilia s andyna