Edisi 11-07-2019
Merkel Terlihat Gemetar Lagi


BERLIN – Kanselir Jerman Angela Merkel terlihat gemetar saat bertemu Perdana Menteri (PM) Finlandia Antti Rinne pada Rabu (9/7) waktu lokal.

Ini merupakan yang ketiga kali nya Merkel gemetar di depan publik sejak bulan lalu. Meski demikian, juru bicara pemerintah Jerman menyatakan Merkel dalam kondisi baik. Merkel tampak gemetar saat berdiri di luar ruangan dan terlihat tidak nyaman saat dia mengikuti upacara militer menyambut kedatangan PM Antti Rinne.

Kantor Merkel tidak memberi penjelasan tentang kon disi yang dialami kanselir Jer man itu. Kondisi itu membuat media Jerman berspekulasi tentang penyebabnya. Kanselir Jerman ber usia 64 tahun itu tidak memiliki ri wayat masalah kesehatan serius.

“Kanselir da lam kondisi baik dan berbin cang dengan PM Finlandia se suai rencana,” ungkap juru bicara pemerintah Jerman, dilansir Reuters. Setelah dia gemetar per tama kali, Merkel sedang ber temu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada 18 Juni.

Saat itu Merkel menyatakan dia merasa baik setelah minum air. Merkel juga gemetar pada 27 Juni saat bertemu Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, tapi juru bicara Pemerintah Jerman menyatakan dia baik-baik saja.

Merkel kemudian melanjutkan rencana perjalanan ke Jepang untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20. Pejabat Pemerintah Jerman menyatakan bahwa kondisi Merkel itu lebih terkait masalah psikologis saat dia mencoba menghindari kejadian itu terulang.

Setelah perjalanan Merkel ke Jepang, dia menggelar perundingan tiga hari di Brussels untuk memutuskan para calon pemimpin Uni Eropa (UE). Usulan para calon pimpinan UE itu menciptakan ketegang an dalam pemerintahan koalisi Jerman.

Selama berkuasa 14 tahun, Merkel menegaskan kembali etika kerjanya dan memiliki reputasi sebagai pemim pin yang dapat fokus pada berbagai rincian dis kusi yang rumit hing ga larut malam. Kemampuan Merkel ini dipuji banyak pihak.

Pada November 2016, saat mengumumkan bahwa dia akan maju periode keempat sebagai kanselir, Merkel menyatakan, “Ini keputusan yang tidak hanya untuk kampanye pemilu, tapi juga empat tahun mendatang jika kesehatan mengizinkannya.”

Jika Merkel dianggap tidak lagi mampu menjalankan tugasnya, Steinmeier akan menunjuk seorang menteri kabinet sebagai pelaksana kanselir hingga parlemen memilih kanselir baru. Artinya, pengganti Merkel tidak harus Wakil Kanselir Olaf Scholz, anggota partai Sosial Demokrat, mitra yunior dalam koalisi berkuasa Merkel.

Di masa lalu dia bercanda bahwa dia adalah seekor “unta tidur” yang dapat tetap berjalan beberapa hari hanya dengan beberapa jam tidur selama dia mendapat tidur semalam penuh pada akhir pekan. Merkel berencana berlibur pada musim panas.

Merkel telah lama mewarnai pentas politik Eropa sejak 2015. Dia membantu memandu UE melalui krisis zona euro dan membuka pintu Jerman untuk para migran yang lari dari perang di Timur Tengah pada 2015. Langkah Merkel untuk para migran itu masih menjadi polemik di UE dan Jerman.

syarifudin