Edisi 11-07-2019
Presiden Instruksikan Lima Hal ke Polri


JAKARTA – Polri diminta untuk tidak berpuas diri meskipun berbagai capaian telah di peroleh sebab menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), Polri tetap harus bersiap menghadapi tantangan di masa mendatang yang semakin kompleks.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi saat memimpin langsung upacara peringatan Hari Ke-73 Bhayangkara di Lapangan Silang Monas, Jakarta, kemarin. “Kejahatan konvensional yang terus meresahkan masyarakat harus terus dijadikan perhatian.

Kejahatan lintas negara seperti kejahatan terorisme, perdagangan narkotika, perdagangan orang dan kejahatan siber jangan sampai terjadi di negara kita,” tandas Jokowi di hadapan puluhan ribu personel Polri.

Selain itu, juga perlu diantisipasi kejahatan yang mengganggu ketertiban sosial seperti konflik sosial, kerusuhan massa, dan unjuk rasa anarkis. Lalu juga perlu dicegah dan diberantas kejahatan-kejahatan terhadap kekayaan negara.

Misalnya illegal fishing, illegal logging, dan tindak pidana. “Saya perlu menegaskan bahwa terorisme dan radikalisme masih berpotensi menjadi tantangan yang serius. Perkembangan teknologi informasi juga mendukung kejahatan di ruang-ruang siber.

Penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian menjadi ancam an untuk kerukunan, ancaman bagi persatuan, ancaman bagi kesatuan bangsa kita,” paparnya. Karena itu, lanjut kepala negara, Polri harus bertindak ce pat dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Jokowi pun menginstruksikan lima hal kepada seluruh jajaran Polri.

“Pertama, terus tingkatkan kualitas sumber daya manusia Polri guna menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks.

Kedua, kedepankan strategi proaktif dan preventif dengan pendekatan dan tindakan humanis,” ucapnya.

Instruksi ketiga, Polri diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, dan cepat.

Keempat, Polri harus meningkatkan profesionalisme dan transparansi dalam penegakan hukum, serta memberikan rasa adil kepada masyarakat.

“Terakhir, kelima, perkuat koordinasi dengan TNI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah serta masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban sosial.

Dirgahayu Kepolisian RI, teruslah menjadi abdi utama nusa dan bangsa. Terima kasih selamat bertugas,” tandasnya. Jokowi mengatakan, kerja Polri yang baik juga ditunjukkan dalam mengawal even t nasional maupun internasional selama dua tahun terakhir.

Mulai dari pilkada serentak, ASEAN Games, ASEAN Paragames, dan IMF-World Bank Annual Meeting 2018. “Di tahun ini kita menyelenggarakan proses pemilu serentak selama de la pan bulan. Alhamdulillah, se mua berjalan lancar, alhamdulillah semua ber jalan aman, semua berjalan sa ngat sukses.

Ini semua berkat kerja keras Polri yang bersinergi dengan TNI. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ungkapnya. Keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif juga dirasakan oleh masyarakat.

Suasana Ramadan, mudik, Idul Fitri, dan Natal bisa berlangsung aman dan menggembirakan. “Penanganan bencana yang dilakukan dengan cepat di tengah tantangan yang berat. Sekali lagi ini karena kerja sama Polri dan TNI yang selalu sinergis,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyatakan siap menjalankan lima instruksi Presiden Joko Wi dodo ter sebut. Tito meng akui Polri siap menjalani instruksi tersebut dengan meme domani pelaksanaan tugas.

Pertama, Polri akan meningkatkan kualitas sum berdaya manusia guna meng hadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks serta untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

“Kedua, mengedepankan strategi pemolisian proaktif dan tindakan humanis dalam mencegah dan menangani berbagai permasalahan sosial di masyarakat,” tandasnya.

Ketiga, meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, murah, cepat, secara konsisten dan berkelanjutan.

Adapun keempat, Tito berjanji meningkatkan profesionalisme dalam penegakan hukum guna mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

“(Kelima) memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan TNI kementerian/lembaga, pemerintah dae rah, serta masyarakat dalam memelihara keamanan dalam negeri,” ucap nya.

dita angga