Edisi 11-07-2019
Siaran TV Berkualitas Jadi Tantangan KPI


JAKARTA –Komisi I DPR baru saja memilih sembilan calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) perio de 2019- 2022 dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).

Banyak tantangan yang bakal di hadapi calon Komisioner KPI mendatang, khususnya bagaimana menciptakan iklim penyiaran yang berkualitas. “Sebagaimana teman-teman ketahui, tadi (Komisi I) secara terbuka mengadakan vo ting dan pengambilan keputusan dan sudah dipilih sembilan calon anggota KPI dan kita akan kirimkan kepada pimpinan DPR.

Nanti DPR akan segera mengirim surat kepada Pre si den. Mudahmudahan, 27 Juli hari terakhir masa bakti KPI Pusat periode 2016-2019 ber akhir dan akan dilanjutkan de ngan masa bakti KPI Pusat pe riode 2019-2020,” ungkap Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.

Kharis berharap, karena mereka dipilih atas pertimbangan integritas, wawasan, kepribadian, dan kompetensi terkait penyiaran, maka KPI kedepan bisa lebih baik dari pada periode kemarin.

Tentunya bisa menjalankan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) KPI dengan sebaik-baiknya, khususnya menciptakan siaran televisi yang berkualitas. “Sehingga tercipta iklim penyiaran yang baik untuk bangsa dan negara Indonesia,” ujar Kharis.

Sementara itu, Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis bersyu kur dan mengucapkan terima kasih kepada Komisi I DPR karena masih memberikan kepercayaan kepadanya untuk duduk sebagai Komisioner KPI periode mendatang.

Menurut Andre, selama 3 tahun menjabat sebenarnya sudah cukup baginya. Tetapi, banyak PR yang belum dia selesaikan. Dia berterima ka sih kepada Komisi I DPR karena masih mempercayakannya kem bali dan saling membantu dalam menjalankan tugas masing-masing.

kiswondari