Edisi 11-07-2019
Menjaga Konsistensi


SUEZ–Kesempatan Aljazair menyudahi puasa gelar Piala Afrika sejak 1990 terbuka lebar jika El Khadra mampu menjaga konsistensi bermain, termasuk saat menghadapi Pantai Gading pada babak perempat final di New Suez Stadium, Mesir, nanti malam.

Sinyalemen positif diperlihatkan Aljazair dimulai dari fase grup. Mereka keluar sebagai juara Grup C seusai menyapu bersih tiga laga dengan meraih kemenangan, yakni 2-0 atas Kenya (24/6), 1-0 atas Senegal (28/6), dan 3-0 atas Tanzania (3/7). Keperkasaan Riyad Mahrez dkk berlanjut dengan menumbangkan Guena 3-0 di babak 16 besar (8/7).

Tercatat dari empat laga sejauh ini produktivitas Aljazair begitu mencolok dengan mengoleksi sembilan gol. Tiga gol disumbangkan Adam Ounas yang memuncaki daftar top skor sementara Piala Afrika 2019 bersama Cedric Bakambu (Republik Demokratik Kongo), Odion Ighalo (Nigeria), dan Sadio Mane (Senegal).

Sementara enam gol Aljazair lainnya dicetak Mahrez (2 gol), Youcef Belaili (2 gol), Baghdad Bounedjah (1 gol), dan Islam Slimani (1 gol). Sukses menorehkan clean sheet , seimbangnya kekuatan El Khadra tidak terlepas dari kebijakan pelatih Djamel Belmadi merotasi komposisi pemainnya sejak fase grup.

Keinginan Belmadi bertujuan menjaga para pemainnya tetap bugar dan fokus terbukti berhasil. Hal itu sekaligus menandai kebangkitan Aljazair. Seperti diketahui, sebelumnya mereka sempat mengalami enam kali pergantian pelatih dalam dua tahun.

Kurang kondusif situasi internal berdampak buruk terhadap performa tim di lapangan. Akibatnya, Aljazair terhenti di fase grup Piala Afrika 2017 dan gagal berpartisipasi di Piala Dunia 2018. “Semua orang saling mem pelajari satu sama lain.

Menjadi favorit ataupun tidak, tidak akan memengaruhi apapun. Kami tidak ingin mengulangi kisah pahit di masa lalu. Sejak 2014 kami mengalami periode sulit. Kami tidak mampu menyembunyikannya,” ungkap Belmadi dilansir reuters .

Juru taktik berusia 43 tahun itu menilai momentum Aljazair mengakhiri catatan kelam terbuka di Piala Afrika 2019. Dia yakin peluang timnya menjadi juara sangat besar meski tidak diunggulkan.

Belmadi diyakini akan menurunkan komposisi tim terbaiknya melawan Pantai Gading di babak perempat final yang berlangsung di New Suez Stadium, nanti malam. Bounedjah yang diplot sebagai ujung tombak bakal didukung agresivitas Mahrez, Ounas, dan Yacini Brahimo dari lini kedua.

Sedangkan duet Aissa Mandi dan Rafik Halliche wajib waspada demi menjaga clean sheet di sektor pertahanan. Selain itu, El Khadra didukung statistik. Dari tiga pertemuan terakhir kontra Pantai Gading, mereka mampu meraih dua kemenangan dan hanya mengalami satu kekalahan.

“Kami telah mengatakan bahwa kami berada di sini untuk meraih sesuatu yang orang lain tidak percaya, tapi kami selalu percaya. Kami sangat ambisius. Kalaupun kami tidak mencapai target, kami akan melakukan upaya terbaik,” katanya.

Sementara di kubu Pantai Gading, Wilfred Zaha dkk terbilang lebih berat. Pasukan Ibrahim Kamara menjadi runner up Grup D dengan meraih dua kemenangan dan satu kekalahan. Di babak 16 besar (8/7) tim berjuluk Les Elephants tersebut, bahkan bersusah payah mengalahkan Mali lewat gol tunggal Zaha.

Kekecewaan pun dirasakan Kamara. Dia mengakui timnya tidak cukup baik terutama di babak pertama dan baru bangkit di babak kedua. Karenanya, Kamara menuntut pasukannya agar tampil lebih baik melawan Aljazair demi menjaga peluang menjuarai Piala Afrika ketiga kali setelah 1992 dan 2015.

“Kami menjalani babak pertama yang sulit melawan Mali. Kami membiarkan lawan berkembang dan membuang beberapa peluang. Tetapi, kami harus menikmati kemenangan ini karena Mali begitu kuat. Kami harus tampil lebih baik di laga selanjutnya,” katanya.

alimansyah