Edisi 11-07-2019
Ducati Belum Menyerah


BOLOGNA– Tim Mission Winnow Ducati mengaku puas meski menutup paruh musim Motogp 2019 dengan hasil kurang memuaskan di GP Jerman pada akhir pekan lalu.

Pasalnya, tim asal Italia itu masih berada di posisi teratas dia klasemen tim sementara pada kejuaraan tersebut. Dalam sembilan balapan yang sudah berlangsung, dua pembalapnya menorehkan hasil tidak terlalu buruk.

Buktinya, Andrea Dovizioso saat ini berada di posisi kedua klasemen pembalap sementara dengan 127 poin. Sedangkan Danilo Petrucci berada di peringkat ketiga dengan koleksi 121 poin.

Capaian itu membuat tim Mission Winnow Ducati menempati posisi puncak dengan 248 poin di klasemen tim pada MotoGP musim ini. Namun, Dovizioso mengakui belum puas dengan hasil itu.

Apalagi Ducati masih berada di posisi kedua klasemen konstruktor dengan 157 poin atau berada di belakang Honda yang berada di puncak dengan 191 poin. Karena itu, dia berharap bisa memperbaiki hasil dengan lebih baik lagi pada paru kedua MotoGP musim ini.

“Kita masih kedua dalam kejuaraan, meskipun nasib buruk yang kita miliki di Barcelona dan masalah yang kami temui dalam beberapa balapan terakhir. Yang pasti, kami tidak akan menyerah dan kami akan mencoba memanfaatkan istirahat sejenak dengan baik serta menemukan beberapa solusi baru agar lebih kompetitif, mulai dari putaran berikutnya di Brno,” kata Dovizioso dilansir situs resmi Ducati.

Selain itu, Dovizioso mengaku tak ingin mencetak hattrick runner-up di MotoGP. Usahanya dalam merebut gelar juara dunia selalu terhalang oleh Marquez. Memasuki musim ini, Dovizioso sudah bertekad merebut gelar dari tangan pembalap berjuluk The Baby Alien itu.

Namun nyatanya, perjalanan musim tidak berlangsung sesuai dengan harapan Dovizioso. Bukan hanya masalah motor, tapi Dovizioso juga menemui lawan-lawan yang sudah semakin maju dan berkembang, seperti Fabio Quartararo, Alex Rins, dan bahkan Maverick Vinales.

Meskipun semakin sulit dan terjal, rider Italia ini tidak menyerah untuk mengejar mimpinya dan berharap Ducati bisa berubah menjadi lebih kompetitif pada paruh kedua musim ini.

“Langkah mereka (Rins dan Vinales) akan terasa lebih mudah jika kami tidak memiliki motor yang lebih cepat. Tapi, tujuan kami adalah memenangkan kejuaraan. Kami sudah dua kali menyelesaikan kejuaraan MotoGP di tempat kedua.

Kami tidak memiliki motor yang lebih buruk, tetapi lawan lebih cepat sekarang,” ucap Dovizioso Senada dengan Petrucci juga berpikir hal sama. Dia mengakui motor Ducati Desmosedici GP19 masih menyimpan kelemahan, termasuk saat balapan di Sachsenring.

Dia mengalami kesulitan untuk bersaing dengan rider Honda dan Yamaha. Kondisi itu membuatnya merasa motor Ducati perlu beberapa upgrade agar masalah serupa tak terulang di balapan berikutnya di Brno pada 4 Agustus mendatang.

“Satu-satunya hal negatif di Sachsenring adalah jarak dari pemenang (16 detik). Kita harus fokus pada kecepatan. Tapi, sekarang kami akan mengambil istirahat lebih dulu.

Setelah itu, kami akan bekerja keras untuk berusaha menjadi atau lebih kompetitif pada saat kita kem bali beraksi untuk meraih keberhasilan di kejuaraan ini,” ungkap Petrucci.

raikhul amar

Berita Lainnya...