Edisi 11-07-2019
PB Djarum Kembali Berburu Atlet Bermental Juara


JAKARTA– Penjaringan para talenta pebulutangkis muda bermental juara kembali digelar Djarum Foundation lewat Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019.

Tahun ini rangkaian seleksi digelar di lima kota, yakni Bandung, Purwokerto, Surabaya, Solo Raya, dan Kudus. Proses seleksi difokuskan pada dua kelompok usia, yakni U-11 (di bawah usia 11 tahun) serta U-13 (di bawah usia 13 tahun) putra dan putri.

Peserta yang lolos seleksi akan diasah kemampuannya menjadi calon juara bulu tangkis Indonesia bersama PB Djarum. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menuturkan, rangkaian Audisi Umum tahunan ini merupakan upaya regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia.

Langkah itu harus senantiasa dilakukan demi menghasilkan juara dunia masa depan serta meningkatkan pres tasi Indonesia di panggung dunia. Pelaksanaan Audisi Umum 2019 terlihat berbeda karena tahun ini rangkaian seleksi difokuskan di lima kota di Pulau Jawa.

Sedangkan pada Audisi Umum 2018, pencarian bakat pebulutangkis muda digelar di delapan kota yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Sulawesi. “Pemilihan dan juga jumlah kota ini tak lepas dari perkembangan serta evaluasi dari Audisi Umum sebelumnya.

Ada kondisi tertentu yang membuat kami memutuskan dari delapan kota menjadi lima kota pada tahun ini. Namun, kami juga tetap mengundang orang tua dan para pelatih dari luar Pulau Jawa untuk datang kelima kota tersebut serta membawa atlet binaan mereka mengikuti proses seleksi ini,” kata Yoppy.

Hal lain menjadi pembeda pada Audisi Umum 2019 ialah kembalinya format seleksi kelompok usia U-11 dan U-13 seperti pada Audisi Umum 2017. Sementara pada 2018, Audisi Umum menggunakan format tiga kelompok usia, yakni U-11, U-13, dan U-15, baik putra dan putri.

Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi menjelaskan, format dua kelompok usia dimaksudkan agar para pelatih di PB Djarum bisa sedini mungkin mengasah bakat yang dimiliki para atlet muda.

Hal ini juga menjawab langkah dari PBSI yang membuka kesempatan kepada atlet berusia lebih muda untuk bergabung dalam pelatnas. “Kami bisa mengasah mereka dari usia dini yang nanti bisa semakin matang ketika mereka akan masuk ke pelatnas.

Hal ini penting karena persaingan di pelatnas sangat ketat dan kami ingin ketika atlet-atlet PB Djarum masuk pelatnas, mereka sudah memiliki daya saing tinggi dan bermental juara saat membela Indonesia di masa mendatang,” ucap Fung.

Demi mendapatkan bibit bermental juara tersebut, PB Djarum akan menerjunkan tim pencari bakat yang dikomandoi peraih dua gelar Juara Dunia BWF, Christian Hadinata.

Adapun Tim Pencari Bakat akan dihuni para legenda dan pelatih PB Djarum, yaitu Sigit Budiarto, Antonius Budi Ariantho, Lius Pongoh, Yuni Kartika, Maria Kristin, Luluk Hadiyanto, Hariyanto Arbi, Eddy Hartono, Engga Setiawan, Sulaiman, Ferry, dan Roy Djojo Effendy.

Komposisi legenda dan pelatih ini diyakini akan memberikan sinergi dalam menjaring bibit-bibit pebulutangkis yang lebih berkualitas. Setelah lolos Audisi Umum dan bergabung dengan PB Djarum, para atlet muda dimasukkan ke Asrama PB Djarum di Kudus.

Di tempat itulah mereka akan dibentuk sebagai atlet bulu tangkis profesional dan dilatih oleh para pelatih mulai dari Engga Setiawan, Ellen Angelina, hingga Hastomo Arbi.

Fung menuturkan, saat ini terdapat 18 atlet muda PB Djarum hasil Audisi Umum yang dipanggil pelatnas di antaranya Leo Rollycarnando dan Indah Cahya Sari Jamil yang menjadi juara di ajang World Junior Championships 2018.

“Dengan adanya belasan atlet hasil Audisi Umum yang masuk pelatnas, kami berharap mereka bisa memberikan kontribusi berarti di masa mendatang bagi bangsa ini.

Kami juga memanggil atlet-atlet muda lainnya bergabung dalam Audisi Umum tahun ini sehingga ke depan kita bisa mencetak juara-juara baru bagi Indonesia,” ungkap Fung.

raikhul amar


Berita Lainnya...