Edisi 11-07-2019
Petaka Menit Akhir


JAKARTA– Konsentrasi dan daya tahan fisik pemain Persija masih menjadi masalah.

Tidak heran, Macan Kemayoran kerap kebobolan pada menit-menit akhir pertandingan. Seperti dalam laga bigmatch kontra Persib Bandung. Tim ibu kota pun harus puas kembali bermain imbang.

Gol Artur Gevorkyan pada menit 90+1 memupuskan asa Persija meraih kemenangan atas musuh bebuyutannya Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, kemarin.

Pemain asal Turkmenistan itu memanfaatkan kemelut di depan gawang Macan Kemayoranuntuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Sebelumnya, Persija yang bermain di bawah dukungan penuh puluhan ribu suporternya unggul terlebih dahulu lewat sundulan Marko Simic pada menit ke-75.

Striker asal Kroasia itu memanfaatkan servis Ismed Sofyan dari tendangan sudut. Setelah itu, sejatinya anak-anak ibu kota mendominasi. Namun, situasi mulai berubah setelah Novri Setiawan mendapat kartu merah pada menit ke-78.

Persija berbalik di bawah tekanan Persib yang berusaha mengejar ketertinggalan. Kelemahan di sayap kiri dieksplorasi dengan baik oleh striker Ezechiel Ndouassel untuk menusuk area pertahanan hingga akhirnya Persib menyamakan kedudukan pada masa injury time.

Terlepas dari kartu merah yang diterima Novri Setiawan, kebobolan pada jelang berakhirnya laga bukan hal baru bagi Persija Jakarta musim ini. Dari enam laga yang sudah dilakoni, sudah empat kali Macan Kemayoran ke bobolan di atas menit ke-75.

Mulai dari laga perdana kontra Barito Putera. Ismed Sofyan dkk yang sejatinya lebih dulu unggul atas tuan rumah, gagal membawa pulang poin penuh setelah kebobolan pada menit ke- 82.

Rafael da Silva Santos memastikan Persija yang kala itu dibesut Ivan Kolev gagal menga wali musim dengan kemenang-an. Berlanjut pada laga kedua melawan PSIS Semarang. Tim ibu kota kebobolan dua gol hanya dalam waktu tiga menit.

Kapten Laskar Mahesa Jenar, Hari Nur Yulianto mencetak gol masing-masing pada menit ke- 75 dan 77 sekaligus memberi kekalahan perdana bagi Persija. Pada pekan ketiga, Persija yang seolah akan membawa pulang satu poin dari Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, justru kebobolan pada menit ke- 82.

Gol Paulo Sergio yang kembali menunjukkan kelemahan Persija Jakarta yang gagal menjaga fokus pada menitmenit akhir pertandingan. Kemarin, kelemahan ini dieksplorasi dengan baik oleh Persib Bandung.

Supardi Nasir dkk sejak awal pertandingan tidak terlihat ngototdalam menyerang, stru meningkatkan intensitas permainan pada menit ke-70 ke atas. Meski pada akhirnya kebobolan lantaran bermain terlalu terbuka, tapi pelatih Robert Alberts membuktikan strateginya berjalan lancar dan membawa pulang satu poin ke Bandung.

Persib menjadi tim keempat yang mampu memanfaatkan kelengahan pemain Persija dalam mempertahankan keunggulan. Hasil imbang ini menjadi yang kelima dalam delapan pertemuan terakhir kedua tim di semua ajang.

Persija tercatat mengemas dua kemenangan berbanding satu untuk Persib pada putaran kedua Liga 1/2018 lalu. Bagi Persib, hasil imbang ini sekaligus menghentikan tren minor dalam dua laga terakhir.

Sebelum tandang ke SUGBK, Pangeran Birumenelan dua kekalahan beruntun dari Bhayangkara FC dan Persebaya Surabaya di Liga 1. Sementara itu, manajemen Persija Jakarta kembali berharap bisa menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno pada legpertama final Piala Indonesia, Minggu (21/7) mendatang.

Macan Kemayoranakan menghadapi PSM Makassar pada turnamen yang bisa menjadi tiket tampil di kompe ti si Asia, Piala AFC 2020 tersebut. Manajer Persija Ardhi Tjahjoko menyatakan saat ini sudah menjalin komunikasi lisan dengan pengelola SUGBK terkait partai final Piala Indonesia.

Meski demikian, hal itu menurutnya sangat bergantung pada situasi keamanan di ibu kota. Terkait peluang Persija meraih gelar mengingat menjadi tuan rumah legpertama, Ardhi menilai jika hal tersebut bukan sebuah keuntungan.

Menurut dia, kedua tim memiliki kans sama untuk meraih trofi lantaran partai pamungkas digelar sistem tandang kandang. “Bagi saya tidak ada masalah mau awayatau hometerlebih dahulu, yang penting kami masih main di Jakarta.

Saya pernah bilang sepak bola itu pemersatu bangsa, dan pada pertandingan ini kami ingin menjamu PSM dengan baik. Saya berharap ketika kami awaypun diperlakukan sama,” ujar Ardhi.

abriandi

Berita Lainnya...