Edisi 11-07-2019
Masa Depan Dimulai Sekarang


PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akhirnya menyelesaikan seluruh tahapan pengenalan tiga mobil yang berusaha menjadikan masa depan Indonesia lebih baik.

Satu dari tiga mobil itu bahkan tergolong lahir prematur di tengah kebijakan pemerintah yang belum jelas. Bagaimana ceritanya? Jauh-jauh hari, MMKSI memang sudah mengenalkan jargon “Untuk Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik” dalam pengenalan tiga produk mereka pada awal Juli ini.

Ketiga mobil itu diyakini mampu menunjang mobilitas dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Pada pekan pertama Juli lalu, mereka mengenalkan Mitsubishi New Triton. Mobil pekerja keras yang tergolong canggih di kelasnya ini dibekali banyak fitur keamanan yang mumpuni.

Pada pekan kedua, mereka menutup kampanye itu dengan menghadirkan dua mobil sekaligus; Mitsubishi Eclipse Cross dan Mitsubishi Outlander PHEV. Kedua model ini sangat menarik karena merupakan produk global Mitsubishi yang tengah menjadi sorotan masyarakat dunia.

Mitsubishi Eclipse Cross baru saja dinobatkan sebagai Researcher and Journalist Conference of Japan Car of the Year 2019 . Sementara Mitsubishi Outlander PHEV saat ini merupakan mobil plug-in hybrid electric vehicle paling laris di dunia.

Total hingga awal tahun ini sudah terjual 200.000 unit Outlander PHEV di 50 negara di dunia. “Keduanya bahkan baru saja mendapatkan standar keamanan lima bintang dari ASEAN NCAP,” ujar Naoya Nakamura, President Director PT MMKSI.

Mitsubishi Eclipse Cross yang lebih dulu ditampilkan di acara pengenalan itu memang langsung mencuri perhatian. Kehadirannya menjadi angin segar, mengingat Mitsubishi sudah cukup lama tidak menyegarkan mobil medium SUV mereka, Mitsubishi Outlander Sport.

Tidak mengherankan timbul pertanyaan apakah mobil yang dibekali mesin 4 silinder dengan kapasitas 1,5 liter plus turbo itu akan menjadi suksesor Mitsubishi Outlander Sport. “Sama sekali tidak menggantikan, justru melengkapi karena posisinya ada di antara Mitsubishi Pajero Sport dan Mitsubishi Outlander Sport,” ungkap Naoya.

Director of Sales and Marketing Division PT MMKSI Irwan Kuncoro membenarkan posisi Mitsubishi Eclipse Cross memang ada di dua mobil tersebut. Dia mengatakan, saat ini memang model yang paling digemari masyarakat Indonesia adalah mobil berkapasitas tujuh penumpang seperti halnya Mitsubishi Xpander dan Mitsubishi Pajero Sport.

Menurutnya, Mitsubishi Eclipse Cross memiliki tiga kekuatan unik yang menjual, yaitu desain yang atraktif, sensasi driving khas mobil sport Mitsubishi, dan konektivitas yang belum dimiliki kompetitor.

Konektivitas itu berupa touchpad controller yang dapat memudahkan pengendara mengatur ponsel pintar mereka. Head up display yang menampilkan informasi kecepatan, RPM, serta advance feature yang mudah dilihat pengemudi tanpa harus melihat ke dasbor, serta multiinformation display dengan warna resolusi tinggi.

“Saat ini harganya kami masih perkirakan mencapai Rp470 juta. Kami yakin bisa bersaing dari sisi produk maupun price ,” tandasnya. Produk kedua yang diluncurkan justru produk paling kontroversial, yakni Mitsubishi Outlander PHEV.

Di tengah simpang siur regulasi mobil listrik, Mitsubishi justru nekat menghadirkan mobil itu secara resmi. Memang inisiasinya akan digelar bersamaan dengan perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 pada 18 Juli nanti.

Namun, Mitsubishi sudah mulai mengumumkan gambaran harga mobil itu yang akan mulai dikirim kepada konsumen pada September nanti. “Harga yang didapat yaitu dari struktur tarif pemerintah. Misalnya, tarif SUV penggerak empat roda, luxury tax -nya saja sampai 40%.

Produk yang sudah mahal, ditambah tax yang tarifnya seperti itu, menghasilkan harga yang lebih dari Rp1 miliar,” ujar Irwan. Naoya mengatakan, keputusan MMKSI menjual Mitsubishi Outlander PHEV bukanlah keputusan kantor pusat Mitsubishi di Jepang.

Keputusan ini merupakan keinginan MMKSI untuk memulai langkah awal menuju masa depan Indonesia yang lebih baik. Dia mengakui, saat ini Indonesia memang belum memberikan gambaran yang jelas tentang regulasi mobil listrik.

Begitu juga dengan pengadaan infrastruktur yang belum memadai. Namun, itu bukan halangan buat mereka untuk memulai sejarah dengan menjual mobil plug-in hybrid electric vehicle kepada masyarakat Indonesia.

Apalagi, mobil ini sebenarnya sudah diserahkan Mitsubishi kepada instansi Pemerintah Indonesia untuk diuji coba. Dari semua uji coba tersebut, menurut Naoya, hasilnya sangat positif. Model plug-in hybrid electric vehicle bahkan sangat cocok untuk negara seperti Indonesia yang belum memiliki infrastruktur mobil listrik yang memadai.

“Kami tidak ingin menunggu sesuatu terjadi. Kami ingin membuat sesuatu itu terjadi,” katanya. Hanya, tidak serta-merta mobil ini bisa menjelajah seluruh wilayah Indonesia.

MMKSI direncanakan hanya menjual mobil ini di wilayah Jabodetabek dan Bali. Total ada 14 dealer di dua wilayah tersebut yang siap memasarkan mobil berbahan bakar alternatif. Jadi, masa depan memang sudah dimulai sekarang.

wahyu sibarani

Berita Lainnya...