Edisi 11-07-2019
Perjalanan Volkswagen Kodok Berakhir


SETELAH sempat resureksi pada 2011, perjalanan Volkswagen Beetle akhirnya berakhir juga.

Mobil yang di Indonesia dikenal dengan nama Volkswagen Kodok itu akhirnya tidak lagi diproduksi pada Juli ini. Volkswagen telah menghentikan seluruh proses produksi mobil itu yang ada di Puebla, Meksiko.

Berakhirnya perjalanan Volkswagen Beetle menjadi catatan menarik, mengingat sepak terjang mobil ini tergolong legendaris. Sejak pertama kali dibuat pada 1938, Volkswagen Beetle berhasil memberikan catatan manis dalam setiap masa.

Pada era Perang Dunia II, Volkswagen Beetle merupakan simbol prestise Nazi Jerman. Mobil ini menjadi simbol kebangkitan kelas menengah Jerman. Bergeser pada 1960-an, Volkswagen Beetle justru menjadi simbol unik bagi para generasi bunga.

Desain Volkswagen Beetle yang unik bahkan sama kerennya dengan desain botol Coca Cola. Pada 1968 di Amerika, mobil ini begitu digemari hingga mencatat penjualan 563.522 unit.

Saat itu Volkswagen Beetle bahkan sangat dekat dengan gaya hippies yang tengah menjadi tren di Amerika Serikat. Sayangnya, pada 1978, Volkswagen mulai mengalihkan perhatian mereka pada produksi Volkswagen Golf.

Alhasil, produksi Volkswagen Beetle dialihkan ke Meksiko. Namun, penjualan Volkswagen Beetle tergolong rendah dibandingkan model Volkswagen lainnya. Pada 2011, Volkswagen kem bali mendesain ulang Volkswagen Beetle dengan bentuk lebih modern dan dinamis.

Hanya, itu tidak mampu menyelamatkan Volkswagen Beetle dari serbuan mobil modern. Akhirnya, Volkswagen memutuskan menghentikan seluruh produksi mobil itu pada tahun ini.

Sebelum benar-benar menyuntik mati Volkswa gen Beetle, Volkswagen terlebih du lu membuat edisi spesial Volks wagen Beetle Final Edition yang terjual sebanyak 5.961 unit. Satu dari koleksi tersebut langsung dibawa Volks wagen untuk acara penutupan Volkswagen Beetle di pabrik Puebla, Meksiko.

wahyu sibarani