Edisi 12-07-2019
JK: Kurangi Tindakan Mencemari Alam


JAKARTA –Untuk menjaga alam diperlukan pola hidup yang menyatu dengan alam. Salah satunya mengurangi aktivitas yang menghasilkan unsur yang dapat mencemari alam.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat membuka Pekan Ling kung - anHidupdanKehutanan (PLHK) 2019 bertema “Biru Langitku, Hijau Bumiku” di Jakarta Con - ven tion Center kemarin. Kalla mengatakan, pertumbuhan penduduk dan ekonomi yang sangat cepat menim bul - kan konsekuensi terjadinya peningkatan permintaan barang dan jasa. Selain itu terjadi pe - ningkatan transportasi yang be rbanding lurus dengan ting - ginya penggunaan bahan bakar fosil. Pembakaran yang kurang baik pada sektor transportasi menyumbang 70% pence mar - an di perkotaan, disusul dengan sumbangan dari sektor in dus - tri. Hal ini berdampak pada pe - nurunan kualitas udara se hing - ga polusi udara telah muncul se - bagai salah satu risiko kese hat - an terbesar di dunia.

“Karena itu diperlukan pola hidup yang menyatu dengan alam. Hal tersebut dapat ditan - dai dengan seminimal mungkin melakukan aktivitas yang meng - hasilkan unsur yang dapat men - cemari alam seperti mengurangi penggunaan kendaraan ber - motor, mengurangi peng guna - an plastik, sabun, detergen, atau bahan kimia lainnya, termasuk mengelola sampah dengan bijak,” ujar Wapres JK. Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengungkapkan, untuk me - ngu rangi polusi udara dari ken - daraan bermotor telah dilaku kan upaya-upaya peralihan peng gunaan bahan bakar bersih se cara bertahap.

Selain itu ada peng - alihan moda trans portasi dari kendaraan pribadi ke angkutan umum massal, ke bijakan pengetatan baku mutu emisi, dan pengembangan serta penambahan ruang terbuka hijau. Karena itu acara PLHK 2019 pun bertema “Biru Langitku, Hijau Bumiku” yang meng gam - barkan upaya pemerintah, khususnya KLHK, untuk terus mengendalikan polusi udara dan menjadikan bumi lebih hijau. “Law enforcement serta dorongan perubahan teknologi mulai diterapkan pada sumbersumber pencemar industri. Pe - nyesuaian peraturan juga terus dilakukan berkaitan de ngan stan dar emisi serta stan dar ba - han bakar Euro-4,” ujar Menteri Siti yang didampingi Sekjen KLHK Bambang Hen dro yono serta Dirjen Pengen dalian Pen - cemaran Kerusakan Lingkungan (PPKL) RM Karliansyah.

Menteri Siti menegaskan, pemerintah dan pemerintah daerah terus berupaya mening - katkan pelayanan transportasi massal berbahan ramah ling - kungan, mengembangkan hari bebas dari kendaraan bermotor (car free day), menyediakan fa - silitas parkir, serta merevital - isasi jalur pejalan kaki. Selain itu pemerintah daerah juga mem - bangun dan mengembangkan taman kota, hutan kota, dan kebun raya. Bagi industri juga terus dilakukan pengawasan pemenuhan baku mutu emisi, pelaporan emisi secara kontinu yang terintegrasi dengan sis - tem pelaporan di KLHK. Bahkan guna memantau kualitas udara Indonesia secara realtime, KLHK telah mem ba - ngun jaringan sistem pemantau kualitas udara (AQMS = Air Quality Monitoring System ) di 26 kota di seluruh Indonesia sejak 2015.

Di luar alat pemantau yang dibangun KLHK, telah ter - koneksi pula dengan 45 stasiun milik BMKG, pemerintah da - erah dan swasta sehingga jum - lah keseluruhan mencangkup 71 stasiun. Sementara itu Dirjen PPKL RM Karliansyah mengatakan, dalam peringatan Hari Ling - kungan Hidup tahun ini, tema pengendalian pencemaran udara banyak mendapat reaksi dari berbagai kalangan. Peme - rintah sangat mengapresiasi peningkatan kesadaran masya - rakat yang begitu tinggi seka li - gus juga diikuti dengan ting gi - nya minat masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan edukasi lebih jauh mengenai hal tersebut. “Kami juga fokus pada kaum muda atau kelompok milenial yang makin sadar akan lingkungan,” katanya.

Penghargaan Kalpataru

Pada PLHK 2019 ini, Wapres JK juga menyerahkan penghargaan Kalpataru kepada 10 tokoh yang terdiri atas tiga kategori, yaitu Perintis Ling kungan, Pengabdi Lingkungan, dan Penyelamat Lingkungan. JK juga menyerahkan penghargaan khusus Perempuan Inspirator Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan Kalpataru kategori Perintis Lingkungan diberikan kepada Lukas Awiman Barayap (Kabupaten Manokwari, Papua Barat), Sucipto (Kabupaten Lumajang, Jawa Timur), Eliza (Kabupaten Sumbawa Barat, NTB), dan Nurbit (Kabupaten Bulungan, Kali - mantan Utara).

Selanjutnya kategori Perintis Lingkungan diraih Meilinda Suriani Harefa (Medan, Sumatera Utara), M Hanif Wicaksono (Kabupaten Balangan, Kalimantan Sela - tan), dan Baso Situju (Kabu - paten Jeneponto, Sulawesi Selatan). Adapun kategori Penye - lamat Lingkungan disematkan kepada kelompok masyarakat Dayak Iban Menua Sungai Utik (Kabu paten Kapuas Hulu, Kali - man tan Barat), KPHA Depati Kara Jayo Tuo Desa Rantau Kermas (Kabupaten Mera - ngin, Jambi), dan Kelompok Ne layan Prapat Agung Mengening Patasari (Kabupaten Badung, Bali).

Penghargaan khusus Perempuan Inspirator Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang merupakan penghargaan Menteri LHK diberikan kepada Sri Murniati Djamaludin atas upayanya melakukan pengelolaan lingkungan hidup, ter utama mengembangkan pengelolaan sampah melalui kegiatan pem - buatan kompos, bank sampah, dan kebun tanaman obat yang dikenal dengan nama Kebun Karindra.

M ridwan