Edisi 12-07-2019
LRT Jakarta Masih Gratis


JAKARTA –Moda transportasi massal berbasis rel ringan atau light rail transit (LRT) Jakarta Velodrom-Kelapa Gading masih gratis hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Sejak diujicobakan pada 11 Juni lalu hingga kemarin jumlah penumpang tembus hingga 211.000 orang.

Pada saat akhir pekan jumlah penumpang men - capai 12.000 orang. Corporate Communications PT LRT Jakarta Melisa Suciati meyakini LRT yang dioperasi - kan untuk uji publik bisa men - jadi moda transportasi pilihan masyarakat. Apalagi, kapasitas LRT yang mampu memuat banyak penumpang dengan jumlah yang lumayan besar. “Jam operasi dari pukul 05.30 sampai 23.00 WIB malam kurang lebih ada sekitar 240 trip dengan kemampuan maksimal penumpang. Berarti kalau satu trainset itu 270 penumpang, berarti satu hari bisa mengangkut sampai 14.000,” ujar Milesa kemarin. Saat ini fisik pembangunan LRT sudah selesai. Namun, khusus untuk Stasiun Pegang sa - an Dua, PT Jakarta Proper tindo (Jakpro) melaporkan bahwa pembangunan telah mencapai 98%.

Selain itu, jembatan layang (skybridge) yang meng hubung - kan Stasiun Velodrome LRT dengan halte busway Pemuda Rawamangun juga telah selesai dibangun. Namun, jembatan tersebut belum resmi dibuka un tuk umum karena perpan - jang an halte belum selesai. Melisa membantah uji coba LRT gratis dikatakan merugi. Sebab, untuk uji coba publik ini sudah ada ketentuannya dan diatur dalam peraturan guber - nur (pergub). “Jadi memang tidak mengada-ada. Ini jadi bagian kesiapan kami menuju operasi komersial,” ungkapnya.

Sementara itu, PT LRT Jakarta telah menetapkan tarif flat sebesar Rp5.000 untuk layanan koridor Kelapa Gading- Velodrome. Penetapan tarif itu diatur berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 34/2019tentangTarifAngkut an Perkeretaapian Mass Rapid Transit dan Kereta Api Ringan/ Light Rail Transit. Corporate Secterary PT Jakpro Hani Sumarno me nya - ta kan secara umum, uji coba LRT sama saja dengan sudah beroperasi resmi. Hanya, uji coba ini tidak dipungut biaya. Meskipun begitu, dia yakin PT LRT tidak rugi mengingat ada subsidi yang telah disetujui oleh Pemprov DKI Jakarta. “Kebetul an bapak-bapak di DPRD baik, jadi itu bisa menjadi biaya operasional LRT, meskipun digratiskan,” ungkapnya.

LRT yang berjalan di atas rel sepanjang 5,6 kilometer itu di - beri subsidi oleh Pemprov DKI Jakarta sekitar Rp330 miliar pada Tahun Anggaran 2019. Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Golkar, Ashraf Ali, mengusulkan agar LRT dijadikan wahana wisata warga Ibu Kota ketimbang mem - buang subsidi tanpa pe num - pang. Berdasarkan pema par an PT LRT, kereta cepat se pan jang 5,8 kilometer itu hanya akan dinikmati 14.225 orang penum - pang per hari. Dia me nilai jumlah penumpang tersebut sangat tidak masuk akal. “Jadikan saja objek wisata buat jalan-jalan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono mengatakan, LRT masih mengurus izin untuk dioperasikan secara umum. Saat ini LRT menunggu sertifi - kat operasional dari Dinas Per - hubungan DKI. Sementara reko mendasi teknis, rekomen - dasi keselamatan, rekomendasi sarana dan prasarana dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah dikantongi. Selama uji coba ada dua stasiun yang menjadi idola, yakni StasiunVelodromdanBoulevard Utara. Pada siang hari juga cukup ramai karena orang lebih memilih makan siang di Mall Kelapa Gading dan Boulevard SelatandengannaikLRT.

Di sebuah kesempatan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah mengatakan, salah satu tantangan di Jakarta hari ini adalah bagaimana membuat sebuah sistem transportasi umum massal yang terintegrasi sehingga antarmoda transportasi menjadi sebuah kesatuan.

Bima setiyadi