Edisi 12-07-2019
Lusa, Jamaah Bergerak ke Mekkah


MADINAH - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai memper siap kan pergeseran jamaah haji gelombang pertama dari Kota Madinah ke Kota Mekkah.

Rencananya pemberangkatan jamaah haji gelombang pertama ke Mekkah akan dilakukan Sabtu (14/7) waktu setempat. Adapun jamaah haji yang pertama diberangkatkan adalah jamaah haji yang tergabung da lam embarkasi Surabaya kloter 1 (SUB 1), embarkasi Batam kloter 1 (BTH 1) dan jemaah dari embarkasi Batam kloter 2 (BTH 2). “Para jamaah akan dibe rang - kat kan setelah mereka menyele saikan rangkaian salat arbain dan melaksanakan ziarah ke situs-situs bersejarah di Madinah,” ujar Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari di Kantor PPIH Daerah Kerja (Daker) Madinah kemarin. Saat ini PPIH Daker Madinah menyiapkan beberapa keperluan jamaah seperti paspor dan dokumen lain yang diper lukan.

Hal ini dilakukan agar se luruh dokumen jamaah haji embarkasi SUB 1 dan BTH 1 dan 2 sudah lengkap dan dike lompok kan sesuai rombongan. “Ka lau ada satu anggota jamaah yang dokumennya belum siap maka dia tidak bisa dibe rangkat kan pada hari tersebut,” imbuh Jauhari. Paspor jamaah, lanjut Jauha ri, selama ini disimpan oleh muassasah. Nantinya ketua kloter didampingi oleh petugas PPIH akan melakukan pengecekan bersama dokumen-do kumen tersebut di kantor muas sa - sah sebelum proses pergerakan jamaah ke Kota Mekkah. “Per - siapan selanjutnya adalah penyiapan dokumen (paspor) yang selama ini disimpan oleh muassasah, H-3 pemberang katan harus dilakukan pengecekan dokumen,” ujarnya.

Mengenai penyiapan trans - portasi untuk tiga hari pertama pemberangkatan jamaah haji Indonesia ke Mekkah, PPIH Arab Saudi telah berkoordinasi dengan pihak naqabah terkait jumlah bus yang akan digu na - kan untuk mengangkut jamaah. Jauhari juga mengatakan bahwa dalam proses pem berang katan jamaah dari Madinah ke Mekkah, pihaknya se - nan tiasa berkoordinasi dengan daerah kerja Mekkah. “Agar teman-teman di Mekkah sudah bisa melakukan (persiapan) penyambutan,” katanya. Sementara itu Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja Madinah Ihsan Faisal menam bah - kan, memasuki hari keenam ini, hotel yang disewa secara blocking time untuk jamaah haji Indo nesia mulai ditempati.

Total ada 51 hotel yang di kon - trak melalui sistem ini. “Untuk 61 hotel yang disewa full musim telah ditempati sejak awal ke da - tangan,” katanya. Menurut Ihsan, setelah nanti ada pem be - rangkatan jamaah ke Mekkah, hotel yang ditinggalkan akan diisi jamaah haji Indonesia klo - ter selanjutnya. Terus seperti itu hingga pemberangkatan jamaah haji gelombang satu se - lesai. Untuk hotel yang disewa full musim tidak akan ditempati oleh jamaah haji. Adapun hotel sewa blocking time dimung kinkan masih bisa ditempati jamaah haji negara lain. “Namun kita sudah atur jadwalnya sehing ga seluruh jamaah haji men dapatkan hak pemon dokan nya,” kata dia.

PPIH Jaga Gizi dan Cita Rasa Makanan

PPIH juga terus memantau asupan makanan jamaah yang disediakan oleh perusahaan ka - tering Arab Saudi. PPIH ingin memastikan makanan tersebut memenuhi kualitas gizi dan cita rasa yang disyaratkan dalam perjanjian kontrak awal. Pemenuhan nutrisi jamaah penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit. Sebab, aktivitas jamaah dari sejak tiba di Tanah Suci hingga kepulangan ke Ta - nah Air cukup tinggi dan mem - butuhkan fisik yang kuat. Se la - ma di Madinah, ja - maah haji men da - pat kan 18 kali ma - kan. Diberikan dua kali sehari, untuk makan siang dan malam. Pagi nya jamaah mendapatkan sa rapan roti. Selain itu, jamaah men dapatkan paket coffe shop yang dimasukkan dalam kotak.

Di dalamnya ada kopi dalam kemasan, teh celup, saus, kecap, gula, gelas, dan sendok. “Bagi jamaah yang tiba Madinah di atas pukul 10 malam (waktu Arab Saudi) akan mendapatkan nasi ayam bros (goreng) plus kentang,” kata Kasi Katering Daerah Kerja (Daker) Madinah, Dewi Gustikarini, di Madinah, kemarin. Menurut Dewi, menu yang diberikan jamaah didasarkan pada rumus 2, 3, 4, 5: dua kali telur, tiga kali daging, empat kali ayam, dan lima kali ikan. Sayurnya bervariasi antara lain tumis buncis, terong bumbu balado, tumis wortel jagung, dan lainlain. Tiap menu makan juga dilengkapi buah dan air mineral.

Pemilihan menu jamaah haji, kata Dewi, telah di kon sul - ta sikan ke Kementerian Kesehatan (Ke menkes), ahli gizi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), dan Jurusan Tata Boga pada Sekolah Pari wi sata Bandung. “Sehingga kan dungan gizi di dalam makanan telah disesuaikan dengan ke bu tuhan nutrisi jamaah,” katanya. Dewi mengatakan, pen distri busian makanan ke jamaah di lakukan dua kali. Untuk makan siang mulai dikirimkan ke hotel sejak pukul 10.00 hingga 13.00 waktu di sana. Makan malam mulai pukul 19.00 hingga 22.00 waktu setempat. Pemi - lihan waktu ini juga menye suai kan kegiatan ibadah jamaah melaksanakan arbain (salat 40 waktu) di Masjid Nabawi.

“Ja - ma ah haji harus segera mengon sumsi makanan yang dibe rikan. Jangan disimpan karena masa kelayakan makanan hanya sekitar dua jam setelah didistribusikan,” kata Dewi. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bekerja sa ma dengan 15 perusahaan untuk memenuhi kebutuhan ma kanan jamaah haji di Madinah, 36 perusahaan di Mekkah, 13 pe rusahaan di Arafah dan Mina, sisanya dikelola oleh muassasah Asia Tenggara. Masing-masing perusahaan wajib mempe ker ja kan minimal 1 juru masak asal Indonesia untuk menjaga cita rasa Nusantara. Bila ada perusahaan besar tidak memiliki koki dari Indonesia, tidak akan di pilih untuk melayani jamaah haji Indonesia.

“Seluruh peru sa haan sudah menyatakan siap untuk melayani jamaah haji Indonesia dengan sebaik-baik nya. Besar harapan, asupan gizi dan kalori itu dapat memenuhi ke butuhan selama beribadah,” kata Kepala Bidang Katering Mekkah- Madinah, Ahmad Abdullah. Khusus di Mekkah, nantinya akan ada menu zonasi yang di berikan tiga kali dalam seminggu.

ABDUL MALIK MUBARAK
Laporan Wartawan KORAN SINDO
MADINAH