Edisi 12-07-2019
Parkir Sembarangan Didenda Rp250.000


BOGOR–Banyaknya keluhan masyarakat soal kendaraan yang parkir sembarangan di Kawasan Tertib Lalu Lintas, Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, langsung direspons pihak terkait.

Polisi bakal mendenda Rp250.000 atau kurungan paling lama satu bulan bagi si pelanggar. Tindakan tegas ini sesuai UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sebelum aturan ditegakkan khususnya di jalur lambat Jalan Raya Tegar Beriman, Satlantas Polres Bogor akan menggelar sosialisasi dan mengimbau terlebih dulu dalam bentuk spanduk. “Saat ini kita patroli sekaligus mengimbau kepada para pengendara, khususnya pengendara moda transportasi daring, baik roda dua maupun roda empat agar tak parkir sembarangan dalam sepekan ini,” ujar Kasatlantas Polres Bogor AKP M Fadli Amri kemarin.

Polisi bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor berencana menyebar surat imbauan dan memasang marka/rambu dilarang parkir di sepanjang Jalan Raya Tegar Beriman. “Setelah lewat dari satu pekan, jika masih ada yang nakal atau kedapatan parkir, kita akan tindak pemilik kendaraan yang masih parkir sembarangan,” tegasnya. Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Bisma Wisuda mengatakan, petugas juga akan berupaya memberikan ruang khususnya driver ojek daring agar bisa tetap parkir di sejumlah titik keramaian. “Kita akan bermusyawarah mencari solusi terbaik untuk para driver ojek yang sering parkir di Jalan Tegar Beriman, khususnya di depan Cibinong City Mall (CCM). Kami juga akan rapat dengan pihak CCM untuk memberikan space khusus bagi ojek daring dan taksi daring,” ujar Bisma.

Untuk operasi penertiban bakal melibatkan sejumlah pihak, tidak hanya kepolisian, juga Satpol PP dan Subdenpom Kabupaten Bogor terutama saat penindakan berupa tilang denda Rp250.000. Masalah parkir juga tak kalah pelik terjadi di Ibu Kota Jakarta. Pungutan liar (pungli) parkir di kawasan Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat, dikeluhkan pengunjung. PD Pasar Jaya mengalami kesulitan mengatasi pungli parkir ini sampai-sampai upaya investigasi terhadap juru parkir yang memungut pengendara kerap menemui jalan buntu.

“Agak susah untuk kita karena tidak ada bukti,” kata Asisten Humas PD Pasar Jaya Amanda Gita beberapa waktu lalu. Tarif resmi parkir Pasar Tanah Abang dipatok cukup tinggi. Sekali parkir selama 1,5 jam pengendara motor dipatok Rp12.000. Ini cukup memberatkan pengunjung pasar. “Tim parkir akan menyiapkan stiker di pintu masuk mengenai informasi tarif sehingga harapannya tidak ada kejadian seperti ini lagi,” ujarnya. Pungli di kawasan resmi parkir Pasar Tanah Abang tidak hanya di Blok F, tapi juga di Blok G. Joko, 26, pengendara motor, mengaku parkir tak kurang dari 30 menit di Blok G yang dikelola PD Pasar Jaya, tetapi ketika keluar harus membayar Rp5.000 ditambah lagi jasa memindahkan motor Rp2.000.

Kendati tak memiliki bukti lantaran tiket parkir diminta kembali saat keluar, dia menilai tarif tersebut sangat tak masuk akal. “Lebih mahal dari parkir liar,” katanya. Unit Pengelola Parkir Dinas Perhubungan DKI Jakarta sebagai otoritas parkir menyatakan aturan parkir di Jakarta merujuk Perda No 5 Tahun 2012 dan Pergub No 31 Tahun 2017 tentang Perparkiran bahwa tarif parkir gedung di Jakarta dipatok Rp1.000 - Rp4.000 per jamnya. Nyatanya UP Parkir malah mematok tarif parkir di lingkungan Jakarta Rp2.000 per jam untuk motor dan Rp4.000 untuk mobil. “ K a l a u progresifnya kami kenakan Rp1.000 per jam untuk motor dan Rp2.000 untuk mobil,” ujar juru bicara UP Parkir Dishub DKI Jakarta Ivan Valentino.

Pengamat Tata Kota Uni - versitas Trisakti Nirwono Joga menilai membiarkan tarif parkir mahal sama saja mendorong masyarakat menggunakan parkir liar. Saat ini banyak parkir liar tersebar di kawasan Tanah Abang. Kondisi ini membuat Tanah Abang macet lantaran parkir liar dan angkutan umum berhenti sembarang memenuhi jalanan.

Haryudi/ yan yusuf