Edisi 12-07-2019
Abaikan Denda E-tLE, 2.105 StNK Diblokir


JAKARTA - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya membuktikan komitmennya menindak tegas para pengendara yang me langgar aturan lalu lintas dalam penerapan sistem electronic traffic law enforcement (e- TLE).

Kini setidaknya ada 2.105 surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang diblokir akibat tidak m e ne bus denda pe lang garan e-TLE. Ribuan STNK ter sebut hasil penin da k - an sejak Januari hingga 10 Juli 2019. E-TLE atau tilang elektronik telah diberlakukan di Jakarta sejak akhir 2018. Sejak 1 Juli ini penindakan bisa lebih mudah karena kepolisian mendapat du kungan CCTV yang di leng - kapi fitur canggih. Fitur ini tak lagi menangkap gambar kend a r aan yang me - langgar marka ja lan atau lampu merah, namun juga bisa meli hat pengendara yang tak me makai sabuk peng aman (seat belt ) atau meng gu nakan pon sel saat menyetir.

Fitur auto matic number plate recognition (ANPR) yang ter ta nam pada kamera tersem - bunyi ini juga membuat pen - dataan tanda nomor ken da raan ber mo tor bisa dilakukan secara otomatis dan cepat. Bahkan pada periode 1-10 Juli tercatat ada 1.713 ken - daraan yang tertangkap gam - bar dalam penindakan e-TLE. Dari jumlah itu, 1.172 pengen - dara dinyatakan melanggar karena tidak mengenakan sabuk pengaman. Pelanggaran ganjil genap sebanyak 436, menggunakan ponsel saat menyetir 105 orang. Kasubdit Bingakum Dit - lantas Polda Metro Jaya AKBP Mu hammad Nasir menga takan, jumlah pelanggar yang nekat tidak mengonfirmasi atas bukti-bukti pelanggaran dari kepolisian cukup banyak.

Dalam rentang enam bulan terakhir ini tercatat hanya 764 pelanggar yang sudah mem bu - ka blokir STNK. “Kalau yang ter blokir maka tidak bisa mem - bayar perpanjangan STNK se - belum bayar denda,” katanya. Nasir menegaskan, polisi sudah mengirimkan seluruh surat berikut bukti pelang gar - an ke pemilik kendaraan. “Ka - mi sudah kirimkan dan kami pikir seluruh pelanggar juga sudah menerima,” ujarnya. Denda yang dikenakan ke pa - da pelanggar juga berbeda. Pelanggaran tidak meng gu nakan sabuk keselamatan, misalnya, didenda Rp500.000. Menerobos lampu merah dan melanggar rambu serta marka bisa dikenai denda Rp250.000.

“Denda yang dikenakan pas ti nya maksimal, dibayarkan juga melalui bank yang sudah di tunjuk,” ucapnya. Menurut Nasir, para pe - langgar sebenarnya tinggal me ngonfirmasi bahwa denda sudah dibayarkan melalui bank. Setelah itu, kepolisian akan segera mencabut pem - blokiran. “Kalau sudah dibayar secara otomatis blokirnya akan dicabut. Bila belum, dendanya akan dikenakan pada saat pem - bayaran pajak,” ujarnya. Penerapan sistem tilang e- TLE dinilai sejumlah kalangan menjadi solusi menata lalu lintas Jakarta. “Perilaku me - lang gar peraturan lalu lintas saat ini sudah semakin berat kualitas serta kuantitasnya. Karena itu, perlunya terobosan mutakhir di bidang penegakan hukum berlalu lintas,” kata analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan di Jakarta kemarin.

Tigor menilai, saat ini ting - gi nya kecelakaan di jalan raya tak lepas dari banyaknya pe - langgaran dalam berlalu lintas. Indikasi ini dibuktikan setiap tindakan atau operasi khusus penegakan atau tertib lalu lin - tas oleh kepolisian ada puluhan pelanggar terjaring. Menurutnya, kecilnya ang - ka pelanggar dikarenakan ke - po lisian masih menggunakan cara manual dalam penegakan di lapangan. Cara-cara lama, diakui Tigor, tak lagi efektif. “Un tuk menekan pertum buh - an angka pelanggaran tersebut harus ada terobosan atau inovasi,” ungkapnya. Keputusan atau pilihan menggunakan teknologi elektronik dalam penegakan peraturan lalu lintas atau e-TLE men jadi sejarah baru dalam penegakan hukum lalu lintas.

Dengan dukungan alat canggih kepolisian tidak lagi memerlukan personel yang banyak untuk ditempatkan di jalanjalan raya dalam melakukan pengawasan serta penegakan aturan lalu lintas.

Helmi syarif/yan yusuf