Edisi 12-07-2019
Sukses Membangun Budaya Kerja Inovasi


JAKARTA – Mengelola suatu perubahan memanglah hal yang sulit. Namun mau tidak mau, suka atau tidak suka, hal itu harus dilakukan. Apalagi, pada era perkembangan teknologi sekarang, seorang pemimpin harus banyak berinovasi se suai dengan perkembangan lingkungannya.

Inilah yang dilakukan Dandim 0501 Jakarta Pusat Letkol Inf Wahyu Yudhayana. Akademik Militer (Akmil) jebolan 1998 ini dinilai berhasil melakukan pem benahan. Selain mempercantik mar - kas dan membuat nyaman ang - gota, di tangan Wahyu, kodim memberikan sejumlah inovasi, seperti membangun tanaman hidroponik serta tanaman lainnya. Inovasi lainnya yakni me - lalui program “ngopi bareng bang JP” yang dilakukan se - bulan sekali. Dalam kegiatan tersebut, semua komponen Mus piko Jakarta Pusat berem - buk bareng dengan masyarakat untuk mencari solusi setiap permasalahan yang muncul. Bahkan inovasi yang dilakukan saat menjabat sebagai Dandim 0503 Jakarta Barat, Wahyu dinobatkan sebagai Kodim terbaik se-Indonesia. “Inovasi itu suatu keharusan, di mana dan kapan pun kita berada.

Dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Prinsipnya, saya ingin membangun sistem baik dari dalam maupun luar,” ujar Wahyu saat ber - bincang dengan KORAN SINDO belum lama ini. Saat menjabat Dandim Jakarta Barat, pria yang pada Oktober 2019 nanti naik pangkat menjadi kolonel ini berhasil mengubah markas Kodim menjadi lebih cantik dan elok dipandang. Bahkan sejum - lah lahan kosong dijadikan sebagai ruang terbuka hijau bagi masyarakat. Begitu pun saat menjadi Dandim Jakarta Pusat, mar - kas yang berlokasi di Kemayoran diubah - nya secara perlahan. Sejumlah petugas jaga dengan murah senyum terlihat menyapa siapa pun yang datang.

“Kebersamaan ada - lah hal yang utama. Saya ingin masyarakat hidup nyaman, damai, tanpa ada konflik,” terangnya. Sejak menjabat Dandim 0501 Jakarta Pusat pada Agustus 2018 lalu, Wahyu selalu menyibukkan diri dengan masya ra - kat. Salah satunya melalui program “ngopi bareng bang JP”. Di mana dia mengajak se - mua komponen Muspiko berembuk ba - reng mencari solusi setiap permasalahan. “Ngopi bareng bang JP itu tujuannya silaturahmi sambil mencari solusi ter - hadap permasalahan yang muncul,” ungkapnya. Wahyu sadar dengan kesibukan masing-masing institusi membuat per - masalahan sulit tertangani. Karena itu, pihaknya memaksa sejumlah stakeholder untuk rutin mengikuti kegiatan itu.

Mereka kemudian berkumpul menjadi satu menjawab setiap permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat. “Konsep - nya seperti diskusi yang dilakukan kom - ponen masyarakat pada kelompok ter - tentu. Masyarakat bebas menyampaikan keluhan, apresiasi, dan pengaduan,” terangnya. Program lainnya yang tak kalah menarik adalah menyambangi panti sosial. Program ini dilakukan setiap dua bulan sekali. “Kegiatannya bisa dengan jalan kaki atau naik sepeda, atau sambil berolahraga. Tidak harus membawa uang atau barang mewah. Kadang-kadang kami hanya membawa nasi uduk atau nasi bungkus. Di sana kita duduk dan makan bareng sehingga warga panti merasa diperhatikan oleh TNI,” ucapnya.

Kegiatan kunjungan ke sekolah dan kampus juga dilakukan. Upaya ini selaras dengan program Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang beberapa waktu lalu melakukan memorandum of under - standing (MoU) dengan Mendikbud yang meminta TNI dilibatkan dalam pelajaran PPKN. “Sebelum MoU itu terjadi saya sudah melakukan itu. Danrami ke sekolahsekolah menjadi inspektur upacara dan menanamkan pemahaman nasionalis,” tandasnya.

Menurut Wahyu, semua program tersebut selalu dievaluasi setiap minggu. Setiap Senin, dia memberikan arahan dan pemahaman kepada Danramil dan Babinsa sehingga program ini akan ber - jalan baik dan terarah. “Harapan saya, Jakarta Pusat menjadi tertib, rapi, bersih, dantoleransitinggi. Danyangpalingutama, keamanan dan kondusivitas ter jaga,” tutupnya.

Yan yusuf