Edisi 12-07-2019
Dua Hakim PN Jaksel Divonis 4,5 Tahun


JAKARTA –Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman penjara 4 tahun 6 bulan kepada dua ha kim Pengadilan Ne geri Jakarta Selatan non- aktif, R Iswahyu Widodo dan Irwan.

Majelis hakim yang dipimpin Ni Made Sudani dengan ang g ota M Arifin, Rustiono, Agus Salim, dan Titi Sansiwi menilai R Iswahyu Widodo dan Irwan selaku hakim di PN Jaksel terbukti secara sah dan meya kin kan bersalah menurut hu kum me lakukan tindak pidana korupsi (tipikor) dalam delik penerimaan suap. Iswahyu dan Irwan ber - sama-sama dengan mantan pa ni tera pengganti PN Jak sel se kaligus panitera peng gan ti PN Jakarta Timur non aktif Mu hamad Ramadhan dan ber lan jut telah meneri ma suap dengan total Rp150 juta dan 47.000 do lar Singa pura (setara Rp500 juta saat itu).

Uang suap tersebut ber asal dari terdakwa pemberi Direktur PT Asia Pacific Mi ning Resources (APMR) Mar tin P Sili tonga melalui ter dakwa ad vokat Arif Fitra wan. Majelis yakin uang suap ber sandi “titipan”, “kemang lima”, “operasional untuk ma kan”, hing ga “uang enter - tain” itu un tuk memengaruhi Iswahyu dan Irwan dalam menjatuhkan pu tus an perkara perdata Nomor: 2 6 2 / P d t .G/ 2 0 1 8 / PN JKT.SEL. Per kara itu adalah gugatan pem batalan perjan - ji an akuisisi antara CV Citra Lampia Mandiri dan PT Asia Pacific Mining Re sources. Is wah yu bertindak se ba gai ketua majelis yang me na ngani perkara tersebut dan Irwan adalah anggota majelis.

Majelis menegaskan, berdasar kan fakta-fakta persidangan d a pat dipastikan uang suap terbagi menjadi tiga bagian. Per tama, Rp110 juta untuk Iswahyu. Kedua, Rp40 juta untuk Irwan. Ke tiga, 47.000 dolar Singapura ke Ramadhan pada 27 Novem - ber 2018 yang belum diserah - kan ke Iswahyu dan Irwan ka rena terjadi operasi tangkap ta - ngan (OTT) KPK. Selain itu, se - cara sendiri Ramadhan mene rima dan menikmati sekitar Rp40 juta. “Mengadili, memutuskan, menjatuhkan pidana oleh ka - rena itu terhadap terdakwa R Is - wahyu Widodo dan terdakwa Ir - wan masing-masing dengan pi dana penjara 4 tahun dan 6 bu lan dan pidana denda masing-ma - sing Rp200 juta subsider pi dana kurungan selama dua bu lan,” ucap hakim Sudani saat mem ba - ca kan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta ke marin.

Majelis menyatakan, Iswah - yu dan Irwan terbukti me lang - gar Pasal 12 huruf c UU Pem be - rantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-(1) KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana seba gai - mana dalam dakwaan pertama. Dalam menjatuhkan putus - an, majelis mempertimbangkan hal-hal meringankan dan memberatkan. Hal yang meringan - kan, berlaku sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, khusus Iswahyu telah mengabdi sebagai hakim sela ma 30 tahun dan masih memi liki tanggungan keluarga. “Hal-hal memberatkan, perbuatan ter dakwa tidak mendu - kung se ma ngat dan upaya pe - merintah da lam memberantas tindak pi da na korupsi. Per buat - an ter dak wa telah mencoreng wibawa lem ba ga peradilan,” ujar Sudani.

Atas putusan ini R Iswahyu Widodo dan Irwan bersama tim penasihat hukum masing-ma - sing serta jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK me nya ta kan pikir-pikir selama satu pe kan apa kah akan meng aju kan ban - ding atau menerima pu tusan. Pada persidangan berbeda, majelis hakim yang dipimpin Bambang Hermanto meng gelar persidangan pembacaan putusan atas nama terdakwa Muham mad Ramadhan. Majelis ha kim menilai Ramadhan terbuk ti menerima suap bersamasama dua hakim PN Jaksel R Iswahyu Widodo dan Irwan. Majelis memvonis Ramadhan dengan pidana penjara dan denda dengan subsider yang sama seperti Iswahyu dan Irwan.

Selain itu, majelis hakim yang dipimpin Bambang Hermanto juga menggelar persi - dang an pembacaan pertimbang an dan amar putusan ter - ha dap dua terdakwa pemberi suap, Direktur PT Asia Pacific Mining Resources (APMR) Mar tin P Silitonga melalui terdak wa advokat Arif Fitrawan. “Meng adili, me mu tuskan, men ja tuhkan pida na oleh karena itu terhadap Mar tin P Silitonga de ngan pi da na penjara 3 tahun 6 bu lan dan denda pidana denda sebe sar Rp150 juta subsider pidana ku rungan selama 2 bulan. Men jatuh kan pidana terhadap ter dakwa Arif Fitrawan dengan pi dana penjara 3 tahun 10 bulan dan pidana denda Rp150 juta subsider pidana kurungan 2 bulan,” ucap Bambang.

Sabir laluhu