Edisi 12-07-2019
Dua Warga Malaysia Residivis


TANGERANG – Dua perampok Toko Emas Permata di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, ternyata memiliki rekam jejak kejahatan cukup panjang.

Selain merampok di Tangerang, keduanya juga residivis dan pernah ber aksi jahat di Malaysia. Penjahat bernama Muham - mad Nazri Fadzil dan Muham - mad Nur Iskhandar itu buronan kepolisian Malaysia. Di Indo - nesia, keduanya tercatat sudah dua kali merampok. Pertama menjambret tas salah seorang karyawan SPBU berisi uang tunai Rp4,6 juta di SPBU di Kampung Gelebeg, Kecamatan Balaraja. Dalam beraksi mereka mem - bawa pistol. Setelah itu, kedua pelaku melarikan diri dengan mobil ke arah jalan tol Merak. Sehari kemudian pelaku me - nyatroni Toko Emas Permata di Kecamatan Balaraja.

Dalam aksi pelaku kembali membawa pistol dan samurai serta meng ancam warga sekitar yang akan men - dekati mereka. “Usai me rampok toko emas itu para pe laku me - larikan diri ke gerbang tol Kara - waci. Di sana mereka mem - buang berbagai barang bukti,” kata Kapolresta Tange rang Kombes Pol Sabilul Alif kemarin. Sewaktu di Malaysia, salah satu pelaku, yakni Muhammad Nazri Fadzil, pernah ditahan atas kasus perampokan toko emas di wilayah Kuala Lumpur, Malaysia. Nazri baru keluar pen jara pada 3 Juni 2019. Seusai merampok emas di Indonesia, kedua pelaku ini langsung kembali ke negara asalnya dan kembali melaku - kan aksi perampokan. Pertama di SPBU Kuala Lumpur dan ke - dua di Selangor, Malaysia.

“Aksi perampokan di SPBU Kuala Lumpur dan Selangor itu ber hasil diungkap kepolisian Malaysia. Keduanya ditangkap dan ditahan PDRM, pada 2 Juli,” paparnya. Sabilul mengatakan, karena ke duanya warga negara Malay sia dan melarikan diri ke negara asal - nya, maka berlaku kete n tuanketentuan diplomatik. “Para ter - sangka tidak dapat kami bawa ke Indonesia karena me miliki catatan kriminal di Malaysia,” ungkapnya. Meski demikian, Polri tetap akan melakukan ekstradisi, na - mun baru bisa dilakukan se - telah mereka menjalani sidang dan hukuman. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Kabupaten AKP Gogo Gale sung menceritakan kronologi penge - jaran perampok dari Negeri Ipin Upin tersebut.

“Kami meng - guna kan metode investigasi ilmiah atau scientific crime investigation. Di mana, segala ke terangan, bukti-bukti petun - juk, dan hasil olah TKP dihim pun dan dianalisis,” ungkap Gogo. Penyelidikan dimulai dari me nyelidiki status kepemilikan kendaraan yang digunakan pe - laku. Ternyata, mobil yang me - reka pakai untuk merampok Toko Emas Permata itu ken - dara an rental. “Kendaraan yang di gunakan kedua pelaku teriden tifikasi milik usaha penye - waan mobil di Jakarta Utara. Para pelaku juga sempat mengganti kaca mobil bagian bela - kang yang pecah dilempar batu di wilayah Cimone,” ungkapnya.

Dari penelurusan itu juga di ketahui, sehari sebelum meram pok toko emas di Balaraja, kawanan pelaku juga merampok di SPBU Gelebeg dan membawa tas milik pegawai SPBU berisi uang Rp4,6 juta.

Hasan kurniawan