Edisi 12-07-2019
Garuda Pertahankan OTP Terbaik di Dunia


JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali mempertahankan capaian tingkat ketepatan waktu terbaik dunia dengan catatan on time performance (OTP) sebesar 96,1% untuk periode Juni 2019.

Pencapaian ini diperoleh dari jumlah penerbangan sebanyak 13.346 flights berdasarkan laporan lembaga pemeringkatan OTP independen OAG Flightview. Dengan demikian, terhitung selama tujuh bulan berturut- turut, Garuda berhasil menjadi maskapai yang tetap mempertahankan predikat sebagai maskapai global dengan tingkat OTP terbaik. Direktur Operasi Garuda Indonesia Bambang Adisurya Angkasa mengungkapkan, keberhasilan pencapaian ini tidak terlepas dari koordinasi intensif dari seluruh lini layanan operasional kepada seluruh pemangku kepentingan kebandarudaraan untuk menjaga komitmen perseroan dalam memberikan layanan terbaik standar internasional bintang lima dengan fokus dalam melakukan optimalisasi performance dan selalu mengedepankan operation excellence.

“Kami juga terus melakukan upaya berkelanjutan dalam menjaga performa ketepatan waktu penerbangan maskapai, di antaranya melalui pengecekan terhadap seluruh operasional penerbangan, khususnya dari segi penerapan keamanan dan keselamatan sebagai komitmen kami dalam mengedepankan aspek operational safety,” kata Bambang di Jakarta kemarin. Menurut dia, pencapaian tingkat ketepatan waktu yang terus menunjukkan tren positif ini tentunya akan menjadi dorongan bagi perusahaan untuk dapat mempertahankan serta meningkatkan kualitas kinerja operasional maskapai, khususnya dalam aspek ketepatan waktu penerbangan maskapai serta untuk selalu mempersembahkan layanan terbaik standar internasional bintang lima bagi seluruh pelanggan setia Garuda.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR Inas Nasrullah Zubir menilai, kinerja Garuda Indonesia sejak dipimpin oleh Ari Askhara sebagai direktur utama (dirut) terus mengalami perbaikan. Dia menyampaikan, kinerja Ari sangat meyakinkan hingga mampu menaikkan harga saham Garuda ke titik tertinggi sejak enam tahun terakhir, yakni di level Rp630/ saham. Inas berharap publik bijak menilai kinerja Garuda agar tak termakan isu yang dibuat untuk menguntungkan kelompok yang tidak ingin harga saham Garuda naik. “Sebelum Ari jadi dirut, harga saham Garuda kedodoran. Setelah Ari masuk, saham Garuda melejit karena bagus kinerjanya,” kata Inas kepada wartawan.

Sebagai informasi, laporan keuangan emiten berkode GIAA tahun 2018 sempat ditolak oleh dua komisarisnya, yakni Chairal Tanjung dan Doni Oskaria. Kedua komisaris tersebut merupakan perwakilan dari PT Trans Airways dan Finegold Resources Ltd yang menguasai 28,08% saham GIAA. Trans Airways merupakan perusahaan milik pengusaha Chairul Tanjung (CT). Ari Askhara menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia sejak September 2018.

Selama memimpin Garuda, Ari Askhara sukses mengembalikan kepercayaan pegawai pada manajemen untuk bersinergi meningkatkan layanan penumpang, inovasi bisnis kargo, layanan Wi-Fi, kiprah on time performance, dan mencetak nilai saham tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Rina anggraeni