Edisi 12-07-2019
Investasi Industri Elektronika Capai Rp 1,3 Triliun


JAKARTA –Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, nilai investasi sektor industri elektronika menyentuh angka Rp12,86 triliun sepanjang 2018. Angka tersebut naik dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp7,81 triliun.

Direktur Industri Elektro ni - ka dan Telematika Kemen teri an Perindustrian Janu Sur yan to me ngatakan, nilai ekspor da ri in dustri elektronika mampu me nembus USD8,2 miliar atau naik dibanding tahun 2017 yang mencapai USD7,9 miliar. “Ta - hun ini ditargetkan ada be be - rapa investasi baru yang akan masuk, yang secara total nilai - nya mencapai Rp1,3 triliun de - ngan proyeksi penyerapan te naga kerja secara keseluruhan sebanyak 248.500 orang. Ini me - nandakan bahwa iklim in ves tasi di Indonesia masih kon du sif,” ujar Janu di Jakarta ke ma rin.

Dia melanjutkan, hingga kuartal II/2019, ada penambahan sejumlah 21 perusahaan di sek - tor industri elektronika. Inves - tor tersebut di antaranya dari industri semikonduktor dan komponen elektronik, industri peralatan listrik rumah tangga, industri komputer, barang elek - tronik, dan optik, serta industri peralatan teknik. Mereka itu, di antaranya PT Sammyung Preci - sion Batam, PT Simatelex Ma - nu factory Batam, PT Pegatron Technology Indonesia, dan PT Siix Electronics Indonesia. “In - dus tri elektronika merupakan satu dari lima sektor manu fak - tur yang sedang mendapatkan prioritas pengembangan, ter - uta ma dalam kesiapan mema - suki era digital. Ini sesuai de - ngan peta jalan Making Indonesia 4.0,” tuturnya.

Kemenperin mencatat per - tumbuhan produksi pada ke - lom pok industri komputer, ba - rang elektronik dan optik pada kuartal I/ 2019 mencatatkan ang ka yang positif sebesar 2,78%, naik jika dibanding ca - pai an pada periode sama tahun lalu yang minus 4,80%. Janu menambahkan, peng - opti malan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk pro duk-produk elektronik juga bertujuan untuk melindungi industri dalam negeri dan me - ne kan barang impor. Sebelum - nya, pemerintah telah mene - rap kan kebijakan ini terhadap produk ponsel pintar (smart - phone) dan berhasil menekan im por serta mengundang in - ves tasi masuk.

Regulasi itu tertuang dalam Per aturan Menteri Perindus tri - an No 29/2017 tentang Ke ten - tu an dan Tata Cara Peng hi tung - an Nilai Tingkat Komponen Da - lam Negeri (TKDN) Produk Te - le pon Seluler, Komputer Geng - gam, dan Komputer Tablet. “Ada pun yang menerapkan TKDN hardware sebanyak 44 merek, software dan hardware se banyak 2 merek, dan 1 merek melalui skema pusat inovasi, ya - itu yang dibangun oleh Apple,” jelasnya. Ke depan, pemerintah mem - proyeksi pertumbuhan industri elektronika di Tanah Air sema - kin menggeliat seiring dengan penerapan kebijakan untuk pengoptimalan TKDN. Apalagi, peraturan tentang TKDN TV di - gital telah ditandatangani Menteri Komunikasi dan Infor ma tika Rudiantara.

Sebelumnya, Menteri Per indus trian Airlangga Hartarto me ngatakan, industri ponsel di da lam negeri mengalami pertum buhan jumlah produksi yang cukup pesat selama lima tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah me macu pengembangan di sek - tor telekomunikasi dan informatika (telematika) tersebut. “Meningkatnya produksi pon sel di Indonesia, antara lain karena penciptaan iklim usaha yang kondusif serta kebijakan hilirisasi dan pengoptimalan komponen lokal sehingga lebih banyak memberi nilai tambah,” ujarnya.

Oktiani endarwati