Edisi 12-07-2019
Schneider Tawarkan Digitalisasi Bisnis Mamin


JAKARTA –Percepatan industri 4.0 di sektor makanan dan mi numan (mamin) yang di implemen ta si kan melalui transfor masi di gi tal masih di dominasi oleh perusahaan besar.

Sementara ka langan pelaku indus tri kecil dan menengah (IKM) masih mem butuhkan lebih banyak edukasi karena masih adanya kesan investasi tekno logi yang mahal. “Transformasi digital ini ma sih dianggap mahal. Padahal dengan digitalisasi, proses produksi akan lebih efisien 30- 40%,” ujar Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Maka n - an dan Minuman Seluruh Indo nesia (Gapmmi) Stefanus Indrayana dalam acara Schneider Electric Innovation Days di Jakarta, Rabu (10/7). Dia menambahkan, tidak hanya edukasi, pihaknya juga ber harap pemerintah dan perbankan dapat memberikan insentif bagi IKM berupa fasilitas pendanaan. Hal ini karena sektor makanan dan minuman me rupakan salah satu kontribu tor utama pertumbuhan eko nomi nasional.

“Sepanjang 2018, industri makanan dan minuman tum buh 7,91%, me - lam paui per tum buhan eko no - mi nasional yakni 5,17% di te - ngah berbagai tantangan ekono mi,” ujar Ste fanus. Melihat strategisnya in dustri makanan dan minuman, Country President Schneider Electric Indonesia Xavier De - noly mengajak pelaku industri makanan dan minuman di Indo nesia untuk segera meng - ambil langkah berani dalam me - lakukan digitalisasi dan me - nekankan bahwa transformasi digital dapat dilakukan secara bertahap dan menggunakan so - lusi dengan platform ter bu ka.

Menurut dia, terdapat empat area penting yang perlu men jadi fokus dalam trans - formasi digital di industri ma - kanan dan minuman, yaitu per tama, smart manufacturing berupa peningkatan efisiensi produksi sekaligus mening kat - kan fleksibilitas dengan meng - integrasikan perangkat, me - sin, dan proses dengan pe rang - kat lunak inovatif. “Kedua, smart facilities. Ini di lakukan dengan memas ti kan ba ngunan dan sumber da ya lain nya aman, tersedia, efi si en, dan ramah ling kungan,” ka ta nya. Ketiga, smart food safety, ya - itu dengan meminimalisasi ke - salahan manusia (human error ) da lam proses produksi se hing - ga reputasi perusahaan tetap ter jaga.

Dan keempat, smart sup ply chain, yakni dengan meng optimalkan dan me ning - kat kan visibilitas rantai pasok mu lai ketersediaan bahan ba ku hingga distribusi produk ke ta - ngan konsumen akhir se hingga mengurangi biaya lo gis tik. Sementara itu, terkait pen - da naan untuk IKM dalam me - la ku kan transformasi digital, Segment President, Consumer Packaged Goods Schneider Elec tric Mike Jamieson me ngata kan, pihaknya akan men jem - batani kebutuhan para pe laku usaha kecil dengan per ban kan.

Yanto kusdiantono













Berita Lainnya...