Edisi 12-07-2019
Pertarungan Klasik


LONDON– Pertarungan klasik Rafael Nadal versus Roger Federer akan tersaji pada laga semifinal Wimbledon 2019 di lapangan utama All England Lawn Tennis and Croquet Club, malam ini.

Pertemuan tersebut menjadi yang pertama sejak terakhir terjadi pada final 2008. Kedua petenis sudah sering bertemu, tapi ini akan menjadi pertarungan yang ke-40. Namun, Nadal menang rekor head to head atas Federer. Petenis asal Spanyol itu sudah meraih 24 kemenangan dibandingkan Federer yang baru mendapatkan 15 kemenangan dari musuh bebuyutannya itu. Bahkan, Nadal juga kembali memiliki kesempatan untuk kembali meningkatkan rekor pertemuannya itu. Sebab mantan petenis nomor satu dunia ini tampil sangat apik di turnamen ini, termasuk mengalahkan petenis Amerika Serikat Sam Querrey dengan tiga set langsung 7-5, 6-2, 6-2.

Capaian itu sekaligus membawanya menuju semifinal Wimbledon untuk kali ketujuh dan menjadi semifinal ke-32 Nadal di grand slam. Bukan hanya itu, Nadal juga menjadi petenis pertama yang memastikan diri tampil di ATP Finals yang akan digelar pada 10–17 November mendatang. Dengan hasil itu, petenis berusia 33 tahun ini telah terkualifikasi di turnamen akhir musim tersebut sebanyak 15 kali secara beruntun. Namun, dia tak ingin lebih dulu memikirkan hal itu. “Sungguh luar biasa kembali ke semifinal dan bermain di level permainan seperti ini. Saya sangat senang dengan cara saya bermain di perempat final,” ungkap Nadal dilansir atptour. “Sekarang, bertanding melawan Roger selalu menjadi situasi yang unik.

Saya bersemangat untuk kembali ke lapangan dan melawannya setelah sebelas musim. Hal itu berarti banyak bagi saya dan mungkin baginya,” katanya. Kedua petenis terbaik dunia ini telah bertemu di Wimbledon sebanyak tiga kali, yakni final 2006 (Federer), final 2007 (Federer), dan final 2008 (Nadal). Bahkan, pertemuan terakhirnya itu dinilai menjadi salah satu pertandingan terbaik sepanjang masa. Ketika itu, Nadal sukses menang 6-4, 6-4, 6-7, 6-7, 9-7 dan memutus dominasi lima gelar grand slam di lapangan rumput milik Federer. “Saya akan bertanding melawan salah satu petenis terbaik dalam sejarah di lapangan ini dan saya tahu, saya harus memainkan permainan terbaik saya jika saya ingin memiliki peluang untuk berada di final,” ungkap Nadal.

Sedangkan bagi Federer yang melaju ke semifinal berkat menyingkirkan Kei Nishikori (Jepang) 4-6, 6-1, 6-4, 6-4, mengaku Nadal merupakan petenis yang unik dan sulit ditaklukkan. Meski lawannya adalah raja lapangan tanah liat, tapi dia menilai Nadal juga hebat saat bermain di rumput. Hal itu membuatnya harus waspada jika ingin mengamankan tiket final ke-12 di Wimbledon. Apalagi Federer menelan kekalahan pada pertemuan terakhirnya di semifinal Prancis Terbuka pada Juni lalu. Ketika itu, dia kalah tiga set langsung 3-6, 4-6, 2-6 di lapangan kekuasaan Nadal, yakni tanah liat. Sekarang Federer akan mencoba membalaskan kekalahan itu ketika bermain di lapangan rumput yang merupakan tempat favoritnya.

“Kami memiliki banyak informasi tentang Rafa, seperti halnya dia tahu tenang saya. Jadi, kami harus mempersiapkan taktik ‘gila’ sebelum laga nanti atau kami mengatakan ‘ini tenis lapangan rumput, jadi saya akan keluar dan bermain seperti cara saya’. Sangat menyenangkan bermain melawan Rafa di tempat kekuasaannya (tanah liat) Prancis Terbuka, dan sekarang kita memainkannya di sini (rumput),” ucap Federer.

Raikhul amar