Edisi 12-07-2019
Desainer Timur Tengah yang Mendunia


ELIE SAAB adalah desainer yang sering menampilkan busana berupa gaun yang feminin berkilauan. Desainer asal Lebanon ini sudah memulai kariernya sebagai desainer di usia yang belia.

Elie Saab adalah putra tertua dari seorang pedagang kayu yang membesarkan lima anak di Damour, pinggiran selatan Kota Beirut, Libanon. Dia lahir pada 4 Juli 1964. Dia dan empat saudara yang lain terlahir dari orang tua Katolik Maronit. Saab mulai tertarik pada fashion dan mulai menjahit ketika masih berusia delapan tahun. Saudarisaudari perempuannya sering dia jadikan model dalam karyanya. “Dengan saudara-saudara perempuan saya yang menjadi model, saya akan memotong pola-pola dari koran dan mencari bahan-bahan di lemari ibu saya,” ujar Saab, seperti dilansir dari V ogue.co.uk.

Pada 1981 Saab memutuskan untuk berhenti dari perguruan tinggi dan pindah ke Paris untuk belajar mode dengan lebih serius. Dia kemudian keluar dari Paris untuk kembali ke Beirut dan membuka label fashion - nya sendiri. Pada tahun 1982 ketika berusia 18 tahun, dia bekerja dengan tim yang terdiri dari 15 karyawan. “Mulanya saya memiliki spesialisasi dalam gaun pengantin menggunakan kain mahal, renda, sulaman terperinci, mutiara, kristal, dan benang sutra,” ujar Saab. Di Beirut, reputasinya sebagai desainer pakaian perempuan kian tumbuh. Gaun yang dia rancang digemari perempuan-perempuan kelas atas di lingkungannya. Pada tahun 1997 Saab menjadi desainer non-Italia pertama yang menjadi anggota Kamera Nazionale della Moda Italia.

Pada tahun yang sama dia menunjukkan koleksi pertamanya di luar Lebanon, yakni di Roma, Italia. Pada tahun 1998 Saab memulai lini ready to wear di Milan, serta lini aksesori. Sejak saat itu pula dia memiliki workshop di Milan dan Paris. Dia adalah orang keturunan Arab pertama yang diterima di badan pemerintahan industri mode, Chambre Syndicale de la Haute Couture. Pada Mei 2003 dia resmi menjadi anggota, dan ia menunjukkan koleksi haute couture pertamanya di Paris pada Juli 2003. Koleksi ready to wear pertamanya dipamerkan di Paris. Koleksi ini adalah koleksi Spring/Summer 2006 . Peragaan busana yang bertajuk “City of Light” itu mendapat sambutan yang baik.

“Paris menjadi kota di mana saya menampilkan koleksi lini ready to wear saya,” ujar Saab. Koleksi pakaian pengantin dan ready to wear Saab penuh dengan keglamoran dan sophisticated . Dalam setiap desain pakaiannya, dia mengabungkan segudang budaya dari berbagai pengaruh fashion dari Barat dan Timur Tengah. Hal ini untuk memberikan keunggulan khas serta kesan modern pada desainnya. “Saya menggunakan bahan mulia, seperti taffeta , organza , dan satin yang dipasangkan dengan lebih banyak kain ringan,” ujar Saab. Pada 1998 Saab menggelar fashion show di Monako.

Peragaan busana ini menjadi momen penting bagi kariernya karena peragaan busana ini dihadiri oleh Putri Stephanie dari Monako. Saab mulai dikenal sebagai desainer dengan koleksi gaun pengantin yang stylish dan gaun haute couture berkilauan yang dirancang untuk meningkatkan siluet feminin. Belum lama ini Saab menghadirkan koleksi Haute Couture 2019/2020 di Paris. Kali ini desainer berusia 55 tahun ini mendapat pengaruh inspirasi dari budaya Asia Timur, tepatnya China dan Jepang. Dia mengembangkan elemen kimono yang terdiri dari lengan yang mengembang, sabuk pengikat, dan kerah yang tebal. “Koleksi evening dress hingga ball gown menampilkan embroidery bermotif flora dan fauna yang berkilauan,” ujar Saab.

Bahan yang digunakan dalam koleksi couture kali ini sangat bervariatif mulai dari velvet, satin, dan tule. Sementara itu, pilihan warna-warna merupakan jeweltoned yang mewah terdiri dari emas, peach , biru, hijau, dan merah. Terdapat beberapa gaun dengan siluet kimono besar. Gaun ini semakin unik berkat ikatan sabuk kencang di pinggang. Di balik sabuk disematkan bahan metal yang membuat gaun ini semakin glamor namun tetap modern. “Saya juga menghadirkan ball gown asimetri. Ada pula ikat pinggang berpita besar. Terdapat pula neckline dalam garis backless , plunging neck , dan tepian sleeve dengan ukuran panjang,” ujar Saab.

Dwi nur ratnaningsih