Edisi 12-07-2019
Film Horor dengan “Hantu“ Buaya


CRAWL adalah film popcorn yang kita butuhkan saat lelah bekerja atau sekadar ingin melepas penat. Isinya sebuah cerita ringan, dengan taburan adegan ketegangan di mana-mana gara-gara buaya (alli gator) yang lepas dari penangkar an.

Film besutan Alexandre Aja ini disebut terinspirasi oleh peristiwa nyata, saat alligator berkeliaran di jalanan kala Amerika terkena Badai Florence. Tentu saja, Crawl membuatnya lebih dramatis hingga titik ekstrem. Diceritakan, Haley (Kaya Scodelario) tak bisa menghu bu - ngi ayahnya, Dave (Barry Pepper) saat akan ada badai besar menimpa rumah me re ka. Karena khawatir, Haley ter pak - sa harus berkendara ke rumah ayahnya demi menemukannya. Setelah dicari ke sana kemari, rupanya Dave ada di rumah mereka dalam keadaan pingsan. Dia luka parah, nyaris dimangsa buaya lepas. Haley yang berusaha me - no long ayahnya pun harus mengalami nasib yang sama.

Mereka pun harus segera menyelamatkan diri kalau tidak mau tenggelam oleh banjir, atau lebih parah, dimangsa buaya hidup-hidup. Crawl menggabungkan semua yang seru dalam resep film hiburan. Film disaster dan survival sekaligus (ancaman dan usaha selamatkan diri dari badai besar dan teror buaya), film thriller slasher (karena ke - tegangan akibat takut digigit buaya yang bisa dengan mu - dah mengunyah tubuh ma nu - sia, dan jumlah buayanya pun lebih dari satu), juga drama hubungan ayah dan anak.

Kengerian dalam film Crawl terasa jadi berlipat gan - da karena Haley dan ayahnya harus selamat dari dua mara - ba haya besar dengan waktu yang terbatas. Mereka bisa saja selamat dari kejaran buaya, tapi belum tentu sela mat dari badai. Begitu juga sebaliknya. Kejar-kejaran dengan waktu inilah yang membuat film berdurasi pendek 87 me - nit ini punya sensasi seperti menonton film horor. Kalau tak dikagetkan dengan keha - dir an buaya yang tiba-tiba muncul, ya dikejutkan dengan air bah yang tiba-tiba datang.

Herita endriana