Edisi 12-07-2019
Tingkatkan Pariwisata Indonesia melalui Minuman Fermentasi


SAATini perkembangan minuman fermentasi kian populer. Bukan hanya di nikmati di acara budaya dan adat istiadat. Salah satu minuman fermentasi yang sudah dikenal luas asli Indonesia adalah arak bali yang kini sudah bisa dinikmati sebagai bahan campuran cocktail di ratusan hotel yang ada di Bali.

“Jika ditilik dari sejarah - nya, minuman dan teknologi fermentasi di Indonesia berasal dari dua arah. Pertama adalah migrasi manusia purba ke Indonesia yang membawa ragi dan bibit pohon aren. Kedua dari alam Indonesia yang memberi teknologi fermentasi yang khas seperti yang terjadi pada tape ketan,” kata moderator Komunitas Jalansutra, Harry Nazarudin, dalam event Pesona Minuman Fermentasi Nusantara di Universitas Podomoro, Jakarta Barat, Selasa (25/6).

Menurut dia, minuman fermentasi merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan dan juga sangat berpotensi menjadi ikon Indonesia yang berdaya tarik internasional. Itu karena di tengah tekanan banyak pihak, beberapa minuman ferme ntasi ternyata mampu bertahan dan bahkan sudah dikomer - sia lisasikan, contohnya Sopi dari NTT dan Cap Tikus dari Minahasa Selatan. Selain dua produk tersebut, arak juga me - nyusul untuk menjadi produk resmi berkat dukungan dari Pemerintah Daerah Bali. “Hal ini menandakan era baru dari minuman fermen tasi Indonesia. Layaknya pro duk bir yang awalnya juga me rupa kan minuman fermentasi dari negara asalnya. Namun, dengan semangat inovasi dan kemajuan teknologi, bir bisa men - jadi salah satu minuman terpopuler di dunia,” ucap Harry.

Sementara, Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Oneng Setya Harini menuturkan, mi numan fermentasi berkaitan erat dengan pariwisata, yaitu kuliner. Dari wisata kuliner dan juga wisata belanja diharapkan menyumbang 5,4 juta wisatawan mancanegara. “Berbicara mengenai minuman fermentasi yang me rupakan bagian dari kuliner, di dalamnya terselip juga cerita budaya setempat. Kita tidak hanya bisa menikmati tapi mendapatkan pengalaman berupa cerita dari leluhur,” kata Oneng.

Iman firmansyah