Edisi 16-07-2019
Industri Keuangan Terintegrasi Dorong Kemudahan Investasi


JAKARTA –Industri keuangan Indonesia membutuhkan kolaborasi dari seluruh sektor jasa keuangan dan menghasilkan layanan yang terintegrasi.

Tren nasabah khususnya menengah ke atas akan membandingkan kemudahan layanan sejenis di negara lain seperti di Singapura. Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan industri keuangan di Indonesia harus kompetitif. Kolaborasi pelaku industri ke - uangan dibutuhkan karena sekarang masih terkotak-kotak seperti nasabah bank yang harus membuka rekening pasar modal secara terpisah. Sementara nasabah Indonesia dalam sebuah riset lebih suka melihat investasinya terkonsolidasi.

“Berbeda dengan negara lain, nasabah Indonesia lebih su ka lihat semua portofolio in ves tasi - nya dalam satu plat form. Sektor jasa keuangan di Indo nesia harus bersatu. Nasa bah tidak puas dengan pilihan deposito di Indo ne - sia saja atau hanya obligasi saja,” ujar Par wati dalam diskusi Bank OCBC NISP Coffee Morning Talk ber tema “Sinergi, Kunci Penting Bangun Industri Keuangan Kom petitif” di Plataran Men - teng, Jakarta kemarin. Berdasarkan pengalaman di perseroan, pertumbuhan pro - duk perbankan kini hanya se - tengah dari pertumbuhan pro - duk off balance sheet atau tidak dikelola langsung oleh bank. Karena itu, perbankan harus berkolaborasi bahkan dengan financial technology (fintech) atau layanan digital lainnya. Nasabah juga membutuhkan pro duk dengan kurs selain ru - piah dan akses ke produk ke - uang an asing (offshore ).

“Kita harus bisa bekerja sama untuk solusi keuangan yang kompetitif. Bahkan layan - an digital tidak cukup cek saldo dan transfer, karena itu sudah standar. Kami ingin produk un - tuk berinvestasi dan nasabah bisa memantaunya serta swit - ching investasinya. Ini terus kami tingkatkan dengan jaring - an regional. Kami berbagi infor - masi antarwilayah,” ujarnya. Pada 2020 diperkirakan masyarakat kelas menengah akan mencapai 141 juta orang atau menguasai 53% dari total populasi. Perubahan besar ini akan menjadi bonus demografi dari populasi Indonesia untuk mendukung pertumbuhan indus tri keuangan di negeri ini.

Di - tambah dengan perkem bang an digitalisasi yang men dorong transparansi informasi dan akses semakin luas untuk men - dapatkan pilihan porto folio keuangan yang bervariasi, tidak hanya di pasar lokal, me lainkan juga hingga pasar glo bal. Solusi keuangan terinte grasi yang disesuaikan dengan kebu - tuhan nasabah terus ber kem - bang menjadi kunci utama dalam me ningkatkan compe titive ad - van tages dari industri ke uangan Indonesia. Hal ini akan mampu memberikan so lusi lengkap bagi nasabah untuk me lakukan inves tasi di Indo nesia.

Hafid fuad