Edisi 17-07-2019
Tangerang Diminati Segmen Menengah


PASAR apartemen di kawasan Tangerang, Banten, dinilai masih potensial.

Segmen menengah tengah dan menengah bawah merupakan favorit pilihan konsumen properti. Kematangan wilayah Tangerang membuat pengembang terus membangun apartemen. Padahal, harga tanahnya lebih mahal dibandingkan wilayah penyangga Jakarta lainnya.

“Segmen menengah tengah dan menengah bawah masih menjadi pilihan banyak pembeli, termasuk apartemen mahasiswa,” ujar Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus. Kawasan Tangerang mencakup Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan (Tangsel).

Saat ini jumlah penduduk tetangga Kota Jakarta tersebut lebih dari tujuh juta jiwa. “Sejak lama, sejumlah lokasi di Tangerang sudah dikembangkan oleh developer besar sehingga menarik orang untuk membeli hunian di Tangerang. Selain itu, tingkat perekonomian di kawasan Tangerang juga cukup bagus,” paparnya.

Data Savills Indonesia memperlihatkan bahwa kota-kota di sekitar Jakarta terus diserbu beragam proyek apartemen. Dalam rentang 2015-2018, pasokan apartemen di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) mencapai 13.800 unit.

Namun, untuk tahun 2019 sampai dengan 2022 diperkirakan ada pasokan baru sebanyak 32.600 unit. Dari suplai tersebut, sekitar 54% adalah menyasar segmen menengah bawah dan 45% menyasar kelas menengah atas, dan 1% untuk kelas atas.

Dari seluruh pasokan apartemen di Bodetabek tersebut, mayoritas atau sebanyak 57% berada di kawasan Tangerang. Kemudian Bekasi (26%), Depok (12%), dan Bogor (5%). Rata-rata pasar yang disasar adalah segmen menengah bawah.

“Segmen menengah dengan harga berkisar Rp300 juta-Rp400 juta per unit merupakan yang kompetitif saat ini,” ujar Agung Hadi, Direktur Utama PT Bhakti Agung Propertindo. Saat ini, dia menyebutkan, Bhakti Agung Propertindo tengah menggarap proyek Green Cleosa Apartment and Condotel.

Proyek yang berdiri di Ciledug, Kota Tangerang tersebut mencakup dua menara. Permintaan apartemen di kawasan itu dinilai masih cukup tinggi. Hal itu dapat terlihat dari penjualan menara pertama Cleosa yang sudah mencapai separuh dari total unit yang ditawarkan.

“Penjualan kami sudah mencapai 50% untuk menara pertama yang berkapasitas 600 unit,” ujar Agung. Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan, kawasan Bekasi dan Tangerang Selatan menjadi primadona pemburu properti.

Alasannya, dua kawasan itu memiliki infrastruktur yang matang. “Tangerang Selatan dan Bekasi menjadi pilihan para pencari properti,” sebutnya. Tahun ini adalah waktu yang tepat untuk membeli rumah karena pasar properti mulai mengalami pemulihan.

“Karenanya, kami menggelar program Deal Juara untuk memudahkan pencari rumah memilih huniannya,” katanya. Selain mempermudah urusan down payment , dia menyebutkan, berbagai penawaran menarik lain, seperti cashback , subsidi biaya, dan hadiah menarik lainnya juga dapat dinikmati dalam program DealJuara .

“Dengan program DealJuara ini, kami berupaya mendorong masyarakat untuk mewujudkan cita-cita mereka dalam menemukan dan memiliki rumah idaman mereka,” katanya. Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan menjelaskan bahwa Program Rumah.com DealJuara yang digelar tahun lalu mendapatkan sambutan yang antusias dari masyarakat,sampai berakhirnya program.

Inilah yang membuat Rumah.com kembali meluncurkan DealJuara pada tahun 2019 ini. Tersedia lebih dari 2.000 unit properti pilihan siap dibeli konsumen selama program berlangsung mulai 7 Juli hingga 30 September 2019.

“Program Rumah.com DealJuara , kami gelar lagi tahun ini, dengan banyak penawaran dari para pengembang yang berpartisipasi,” kata Ike. Ini merupakan komitmen Rumah.com dalam membantu pencari rumah mendapatkan rumah idaman.

Menurut hasil survei, alasan utama orang belum berencana membeli properti adalah terkendala uang muka. “Kendala ini dinyatakan oleh 54% responden survei,” ujar Ike. Selama program DealJuara , para pencari rumah berkesempatan untuk mendapatkan penawaran dari proyek-proyek ternama yang ada di Indonesia.

Dari rumah tapak hingga apartemen di berbagai jenis dan unit pilihan. Program DealJuara tahun ini digelar seiring dengan optimisme pasar properti Indonesia pascapemilu dan Ramadan, sertaLebaran 2019.

Data Rumah.com Property Index menunjukkan terjadi kenaikan indeks harga properti sebesar 5% pada kuartal I (Q1) 2019 dibandingkan Q1 2018 (year-on-year ). Kenaikan ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kenaikan pada Q1 2018, yang hanya naik 1% dibandingkan Q1 2017 (y-o-y). Melihat siklusnya, pada Q1 2020 akan mengalami kenaikan hingga 7%-10% dibandingkan dengan Q1 2019.

aprilia s andyna