Edisi 17-07-2019
Kantongi Rp11,2 Triliun LPKR Kebut Meikarta


PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengumumkan penyelesaian penawaran umum terbatas (PUT). Perseroan berhasil menghimpun dana Rp11,2 triliun untuk membayar utang dan memastikan penyelesaian proyek-proyek yang ada, termasuk Meikarta.

Pembangunan kota baru Meikarta ditargetkan selesai maksimal pada 2021. Ada 56 tower dengan total 22.500 unit. Jumlah yang sudah terjual mencapai 65%. Lippo menargetkan pembangunan 56 tower selesai pada kuartal IV/2020 atau kuartal I/2021. Meikarta dibagi dalam dua distrik, yakni District 1 dan University District.

“Penawaran umum terbatas merupakan komponen integral dari transformasi strategis LPKR. Kami menerima dukungan kuat dari para pemegang saham,” ujar CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady.

Sejak pengumuman rencana transformasi LPKR pada 12 Maret, Perseroan telah menyaksikan harga sahamnya melambung dan obligasinya menjadi salah satu yang berkinerja terbaik di Asia.

Menurut John, transformasi perseroan tepat waktu, mengingat peringkat Indonesia baru saja ditingkatkan dan terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo. “Ini memicu momentum pertumbuhan Indonesia serta meningkatkan optimisme terhadap LPKR sebagai salah satu perusahaan real estat terbesar di Indonesia,” ungkapnya.

John mengungkapkan, beberapa investor institusional global, termasuk George Raymond Zage III, Chow Tai Fook Nominee Limited, Gateway Partners, telah berpartisipasi dalam penawaran umum terbatas tersebut.

Para investor dan investor lainnya telah menginvestasikan lebih dari USD230 juta di LPKR. Sementara keluarga Riady yang memiliki 48,7% saham di perseroan melalui PT Inti Anugerah Pratama.

anton c