Edisi 20-07-2019
Saatnya Mobil & Pengemudi Berinteraksi


AJANG Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 menampilkan level baru pengalaman berkendara teknologi tinggi.

Kali ini lewat teknologi interaksi antara mobil dan pengemudi yang semakin ditingkatkan. Apa saja mobil-mobil itu? Kalimat “Halo Wuling!” sedang menggema selama sepekan ini. Kalimat itu digunakan pengguna mobil Wuling, khususnya Wuling Almaz 7 Seater, untuk melakukan berbagai hal di mobil itu.

Misalnya, membuka dan menutup kaca jendela, membuka dan menutup sunroff , mengganti saluran stasiun radio, hingga menaikkan dan menurunkan suhu ruangan mobil. Teknologi yang dinamakan Wuling Indonesia Command itu semakin istimewa karena pengguna Wuling tidak perlu repotrepot menggunakan perintah suara (voice command ) berbahasa Inggris.

Siapa saja yang bisa berbahasa Indonesia, apa pun dialeknya, bisa menggunakan teknologi itu. Teknologi yang serupa juga diterapkan di Glory i-Auto. Pengaplikasiannya sangat mirip dengan apa yang ada di Wuling Almaz WIND.

Bedanya, Glory i-Auto masih mendeteksi perintah suara berbahasa Inggris. Jadi, kalau ingin membuka dan menutup jendela mobil, Anda terlebih dulu harus mengucapkannya dengan bahasa Inggris. Teknologi serupa yang lebih kompleks justru dimiliki BMW dan Mercedes-Benz.

Mercedes-Benz menamakan teknologi ini Mercedes-Benz User Experience (MBUX). Mercedes-Benz sebenarnya memperkenalkan teknologi ini tahun lalu lewat Mercedes-Benz A-Class.

Namun, di GIIAS 2019, Mercedes-Benz CLA Coupe adalah mobil kedua yang menggunakan teknologi itu. Teknologi ini lebih kompleks karena sampai pengaturan profil mobil bisa disesuaikan dengan perintah suara. Begitu juga pengaturan posisi pengemudi hingga suasana (ambience ) mobil.

Semuanya tinggal mengucapkan “Hey Mercedes ! “. Tentu semuanya harus menggunakan bahasa Inggris. BMW juga tidak mau kalah dengan menghadirkan teknologi yang dinamakan iDrive . Bedanya, pemilik BMW tinggal mengatakan “Hello BMW “.

Fitur ini sebenarnya merupakan langkah awal interaksi antara mobil dan penggunanya. Siapa tahu ke depannya semuanya akan berjalan lebih sempurna, di mana interaksi menjadi lebih kompleks.

wahyu sibarani